Rumah Arif Tak Lagi Berlantai Tanah

Kebahagiaan terpancar di wajah pasangan Arif dan Siti, warga Kelurahan Sugiwaras, Kecamatan Sukarame, Kamis (30/12/2021). 

Penyebabnya, kini mereka punya rumah baru. Lebih tepatnya, rumah lama dengan tampilan baru. 

Ya. Rumah mereka sudah dibedah oleh PT Angkasa Pura II (Persero), melalui Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) perusahaan itu. 

Kini casing rumah Arif, pria yang kesehariannya bekerja sebagai cleaning service, berubah total. 

Dari berlantai tanah, kini berkeramik putih, atap kayu kini plafonnya gipsum, dinding kayu reot sekarang kokoh dengan batu bata, dicat warna putih. 

Rumah Arif ini diresmikan Wali Kota Palembang H Harnojoyo, Kamis (30/12/2021). Ditandai dengan pemotongan pipa dan penyerahan kunci rumah secara simbolis. 

"Dengan bantuan dari Angkasa Pura II, alhamdulillah hari ini kita bisa membantu saudara kita Arif untuk memiliki rumah yang layak huni. Semoga akan menjadi berkah dan membawa kebahagiaan kepada seluruh keluarga," ujar Harnojoyo.

Dalam kesempatan itu, ia mengajak perusahaan BUMD, BUMN dan dermawan untuk bersama memberikan kemudahan warga Palembang untuk memiliki rumah layak huni.

Menurut Harnojoyo, ada sekitar 4.500 Rumah masyarakat Palembang yang belum bisa disebut layak huni.

“Saya memberi panggilan (mengajak, red) kepada para perusahaan dan sesama lembaga pemerintahan terkait untuk bisa membantu mereka. Ini demi mewujudkan misi kita memenuhi 100 0 100, 100% air minum, 0% zona kumuh dan 100% sanitasi,” kata Harnojoyo. 

Sementara itu, Eksekutif General Manager Bandara SMB Palembang, Tommy Ariesdianto, menerangkan, Angkasa Pura II terus bersinergi dengan Pemkot Palembang membantu masyarakat, terutama yang kurang mampu. 

"Bersama pemerintah kota bersinergi untuk membantu mereka yang membutuhkan, dengan berbagai program seperti pemberian kaki palsu, pembinaan UMKM, dan bedah rumah seperti yang hari ini kita resmikan," ujar Tommy. 

Dia menambahkan bahwa syarat untuk menerima bantuan bedah rumah adalah memiliki keluarga yang produktif, yaitu orang tua bekerja atau anak masih menduduki bangku sekolah. (*)

TAGS: