H. Harnojoyo S.Sos & Fitrianti Agustinda S.H
Walikota & Wakil Walikota

Restorasi Sekanak Lambidaro Berkonsep Wisata

Perubahan konsep dalam perencanaan restorasi Sungai Sekanak Lambidaro mengemuka dalam laporan tim perencana, di Rumah Dinas Wali Kota Palembang, Selasa (1/10).

"Iya, ada perubahan konsepnya. Yaitu penambahan pintu muaro, karena fungsinya untuk ketinggian air," kata Ketua Tim Perencana Kegiatan Perencanaan Restorasi Sekanak Lambidaro, Agung Setiyono. 

Ia menerangkan, awalnya pembangunan Sungai Sekanak Lambidaro difokuskan untuk menambah destinasi wisata di Kota Palembang. 

Apalagi, diketahui Palembang merupakan kota metropolitan yang tidak banyak memiliki potensi wisata alam. 

Oleh sebab itu, konsultan mengajukan agar Sungai Sekanak Lambidaro memiliki double fungsi. 

"Sungai Sekanak Lambidaro pernah dilakukan perencanaan oleh Balai Besar Sungai Sumsel. Tetapi sistemnya terpisah. Sekarang Sekanak dan Lambidaro dijadikan satu. Dikonsep selain untuk wisata maka ditambahkan sebagai pengendali banjir konsepnya saat ini," Agung menerangkan. 

Sungai Sekanak Lambidaro yang bakal dibangun sepanjang 10 km, itu disebut dapat menanggulangi banjir karena di kawasan Lambidaro memiliki rawa-rawa alami. 

"Lambidaro itu ada tampungan rawa-rawa itu yang harus kita pelihara dan kembalikan sebagai resepoir alami. Ditambah dengan penambahan pintu muara, alternatifnya ada dua, begitu air pasang bisa tertahan di pintu-pintu. Tetapi air tidak bisa mengalir dan teresap rawa. Memang operasional tidak mudah untuk buka tutup pintu," kata Agung.

Ia menambahkan, desain Sungai Sekanak sendiri bakal dibangun dengan desain turap, yakni pembangunan dengan dinding vertikal yang relatif tipis dan berfungsi menahan tanah juga menahan masuknya air dalam lubang galian. 

"Dua meter di bawah air surut menerapkan desain turap. Desain turap ini membuat bangunan yang ada sekarang harus dirobohkan dan memakan waktu sekitar setahun. Tapi, tergantung di pembebasan lahan sepanjang 2 kilometer sepanjang itu. Kalau Wali Kota menjamin maka bisa dibebaskan lebih cepat," kata Agung pula.

Wali Kota Palembang, Harnojoyo, mengungkapkan bahwa saat ini perencanaan Sungai Sekanak Lambidaro sudah dalam tahap Detail Engineering Design (DED) dan menghabiskan dana Rp394 miliar. Ada pula dana Rp20 miliar dari Balai Besar, termasuk untuk sarana transportasi. 

"Nanti konsep Sekanak Lambidaro ini akan disampaikan ke Kementerian PU, terkait pelaksanaan pembangunan," kata Harnojoyo. 

Harnojoyo juga mengungkapkan harapan agar Sungai Sekanak Lambidaro tidak terkesan kumuh dan kemungkinan dalam proses pembangunan aliran air sudah bersih.

"Nantinya rumah-rumah diusahakan menghadap ke sungai, tadi konsultan menggambarkan secara teknis. Intinya, penataan lingkungan sudah dipaparkan dan kolaborasi PU Cipta Karya, untuk perubahan desain agar lebih bagus lagi," tutup Harnojoyo. 

TAGS: