H. Harnojoyo S.Sos & Fitrianti Agustinda S.H
Walikota & Wakil Walikota
Kota Palembang

Pemkot Pastikan Pembangunan Fly Over Angkatan 66 On Schudule

Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang memastikan pembangunan fisik fly over (FO) simpang angkatan 66 waktunya tetap sesuai target pengerjaan alias on Schudule, menyusul telah tuntasnya pembayaran 10 persil lahan, Rabu (22/9).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Palembang, Bastari Yusak mengatakan hingga kini pembayaran 10 persil lahan sudah dituntaskan, tinggal tujuh persil lagi yang menjadi tanggungjawab Pemkot Palembang.

“Pagi tadi kita lakukan pembayaran tiga persil lagi, dengan anggaran Rp 1,8 miliar. Jadi sisa tujuh persil lagi, ” kata Bastari.

Dia pun memastikan, sisa pembayaran tujuh persil tersebut bakal dituntaskan paling lambat minggu ini dan pada akhir September, mendatang serah terima lahan sudah bisa dilakukan ke BBJN untuk dilakukan pengerjaan fisik.

Hingga kini, pihaknya masih menunggu penyelesaian administrasi dari pemilik lahan persil yang tersisa. “Kita masih menunggu penyelesaian administrasi dari pemilik lahan, begitu mereka kelir langsung dibayarkan dan kita tenggat mereka supaya cepat diselesaikan, ” katanya.

Untuk ketersediaan anggaran, sebut Bastari, Pemkot sejak awal sudah siap. Bahkan anggaran yang bersumber dari APBD induk 2021 sudah siap, hanya saja karena penyelesaian administrasi teknis dari pemilik lahan sehingga terkesan lamban. Padahal semua prosedur yang dijalankan sudah sesuai spare waktu yang diberikan.

“Spare waktunya sudah sesuai, akhir septenber tuntas. ini yang jadi pedoman kita sejak awal, ” katanya.

Hingga kini, lanjut dia, pihaknya sudah menggelontorkan dana sebesar Rp 10,8 miliar dari total semuanya 24 miliar. “Sisa tujuh persil lagi ini, kita segerakan tuntas minggu ini, ” katanya.

Sementara ketika dihubungi, Kepala BBPJN Wilayah Sumsel, Kgs Syaiful Anwar mengatakan rencananya pembangunan fly over Simpang Angkatan 66 mulai 2022, mendatang. Tapi, jika lahan untuk pembangunan ternyata siap, maka pihaknya akan anggarkan kembali pada tahun 2021 ini.

“Kalau lahan sudah siap, Oktober kita lelang. November akan kita lakukan groundbreaking,” ujarnya.

Dilanjutkan Anwar, saat ini sudah sekitar 36 persil lahan yang sudah dibebaskan oleh Pemprov Sumsel. Walaupun masih 50 persen belum bebas tapi pihaknya yakin pembayaran pembebasan lahan untuk pembangunan FO sepanjang 660 meter ini akan segera diselesaikan oleh pemerintah Provinsi Sumsel dan Pemerintah Kota Palembang.

“Pekerjaan ini dilakukan secara multiyear dan mungkin selesai pada 2023 Maret,” ungkap dia.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov. Sumsel) kembali melakukan pembebasan lahan yang akan diperuntukan untuk pembangunan fly over (FO) Simpang Angkatan 66 Palembang. Pembayaran tahap 2 ini, Pemprov Sumsel membebaskan sebanyak 20 persil dengan nilai sebesar Rp 12,7 miliar.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Sumsel, H Darma Budhy usai kegiatan penyerahan uang pembebasan lahan mengatakan, pembayaran pembebasan lahan pembangunan fly over Simpang Sekip Palembang dilakukan secara bertahap. Tahap pertama, sudah dibayarkan sebanyak 16 persil dengan nilai sebesar Rp 9,8 miliar.

“kita memasuki pembayaran tahap 2, sebelumnya dua bulan lalu kita sudah bayarkan tahap pertama,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Diungkapkannya, dalam pembayaran tahap kedua ini ada sekitar 20 persil yang dilakukan pembayaran dengan nilai Rp 12,7 miliar.

“Sisanya tahap ketiga akan segera kita bayarkan. Pemprov Sumsel menyiapkan dana sebesar Rp 56 miliar dari total Rp 80 miliar dengan total 88 persil. Sisanya Rp 24 miliar ditanggung oleh Pemkot Palembang,” ungkap dia.

Menurut Budhi, jika pembayaran pembebasan lahan ini sudah selesai maka akan segera dikejar pembangunannya.

“Pemkot juga akan kita dorong untuk segera membayar, jika ada kendala akan kita bantu dan carikan solusinya. Karena kita ingin pembebasan lahan ini cepat selesai,” jelasnya

TAGS: