H. Harnojoyo S.Sos & Fitrianti Agustinda S.H
Walikota & Wakil Walikota

Palembang Raih Penghargaan Tertinggi dari Kementerian Kesehatan

Menurut Fitri, pihaknya memang sudah sejak lama menerapkan Perda KTR dan menegakkannya secara tegas. "Sejak 2009 silam memang Kota Palembang sudah mulai menerapkan Perda KTR. Meski bertahap, alhamdulillah sekarang menuai hasil yang memuaskan," tuturnya seusai menerima penghargaan Pastika Parama, Rabu (12/7).

Dikatakannya, dengan adanya penghargaan tertinggi dari Kementerian Kesehatan ini membuat pihaknya akan bekerja lebih keras lagi untuk mengurangi konsumsi rokok di Kota Palembang. Demi mewujudkan hal ini, Fitri meminta kepada setiap elemen masyarakat dan pemerintahan agar dapat bersinergi mengurangi konsumsi rokok tersebut, terutama ditempat umum.

"Harapan kita itu zero konsumen rokok di Kota Palembang. Sulit memang, namun kalau kita menyatukan barisan untuk melakukannya, saya yakin bisa. Jadi saat ini kita telah menegakkan sanksinya sesuai Perdanya, kalau ada yang kedapatan merokok di tempat umum yang memiliki rambu imbauan dilarang merokok," katanya.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Djuwita Moeloek menambahkan, pemerintah setempat jangan sampai terlena dengan besarnya pendapatan asli daerah (PAD) yang dihasilkan dari rokok. Pemerintah harus tegas untuk menegakkan perda ataupun kebijakan mengenai KTR dan melarang adanya iklan rokok di daerah mereka. "Di beberapa daerah, konsumsi rokok menduduki peringkat dua masyarakatnya setelah konsumsi padi-padian. Maka dari itu, kita berikan apresiasi kepada kabupaten/kota yang sudah menerapkan maupun yang akan menerapkan perda dan kebijakan KTR," pungkasnya.

TAGS: