Palembang - Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang untuk mengatasi permasalahan banjir yang selalu menghantui masyarakat Palembang di musim penghujan. Salah satunya dengan pembangunan tiga pompanisasi.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Palembang, Bastari Yusak memaparkan, untuk program banjir, pihaknya saat ini tengah melakukan bongkar saluran untuk aliran sungai khususnya di jalan nasional yang berdampak banjir, seperti di jalan Sudirman, jalan Letkol Iskandar, dan lainnya. 

"Supaya aliran air ini lancar, saluran ini kita bangun atau yang ada kita lebarkan. Butuh butuh waktu sekitar 4 sampai 6 bulan, semua pengerjaan untuk ini kita targetkan selesai dalam tahun ini juga," terangnya, Senin (11/2/2019).

Sedangkan upaya mengurangi banjir ini, pihaknya sudah menyusun sejumlah program. Diantaranya pembangunan pompanisasi.

"Yang akan segera selesai di tahun ini pompanisasi Sungai Bendung, kalau itu sudah selesai, maka banjir di kawasan tersebut akan teratasi atau setidaknya banyak berkurang. Kami perkirakan mampu menurunkan titik banjir hingga 50 persen," jelasnya.

Untuk yang masih dalam tahap pembahasan, jelas Bastari, Pemkot juga meminta kepada perusahaan BUMN untuk membangunkan pompanisasi di kawasan Sungai Buah, Sungai Selayur dan Sekanak - Lambidaro. Bastari mengklaim, jika pembangunan ini selesai semua, akan mampu mengatasi masalah banjir yang ada.

"Kalau tiga pompanisasi ini dibangun, maka kita optimis dapat mengatasi masalah genangan air ketika sedang musim hujan," katanya.

Sebelumnya Walikota Palembang, Harnojoyo mengatakan, banjir disebabkan banyak faktor, seperti genangan air pasca pembangunan LRT seperti di Jalan Sudirman disebabkan adanya sumbatan ataupun penyempitan saluran air, kapasitas kolam retensi hingga curah hujan yang tinggi seperti dalam bulan ini membuat genangan tinggi apalagi tempat penampungan air memiliki keterbatasan.

"Dengan Kondisi sungai kota yang mengalami pasang, menjadi salah satu faktor dalam hal ini," katanya.

Harno menyebutkan, pihaknya tetap aktif mengadakan program gotong royong untuk membersihkan aliran sungai yang tersumbat, yang mana kegiatan seperti ini juga dapat membantu pengurangan genangan air.

"Kami meminta peran serta masyarakat, ketika ada saluran yang terhambat hendaknya jangan hanya tunggu pemerintah, tapi aktif untuk membersihkan," tukasnya.

Selain itu tambah Harno, penuntasan permasalahan banjir ini juga akan dilakukan dengan pembangunan tiga pompanisasi yang saat ini on progress. Seperti pompanisasi Sungai Bendung yang sedang dalam proses dan akan selesai di Juni tahun ini, serta Kolam Retensi Brimob.

"Untuk pembangunan pompanisasi sungai buah masih dalam tahap pembicaraan dengan PT Pusri yang akan membangun, dan ada juga untuk Daerah Aliran Sungai (DAS) restorasi Sekanak - Lambidaro yang juga akan di bangunkan pompanisasi," pungkasnya.