Palembang - Sebanyak 162 baliho di Kota Palembang sudah habis masa izinnya. Baliho baliho ini terancam dibongkar karena hingga saat ini belum ada perpanjangan izin.

 

Selain itu, ada 10 advertising yang tak memiliki izin.

Dari jumlah itu ada beberapa advertising yang sudah di surati. Diantaranya advertesing CV. Panca Bengawan, CV. Trimedia, CV Citra Sriwijaya, PT Hajon Multi Media Advertindo, Rawhite Medro, CV. Devis Jaya dan Mitra Visual.

Kepala PUPR Kota Palembang, Bastari mengatakan dalam waktu dekat pihaknya memberikan rekomendasi kepada Satpol PP Palembang untuk melakukan pembongkaran terhadap baliho yang tak memiliki izin.

"Saat ini ada sebanyak 162 baliho yang sudah habis masa izinnya namun belum memperpanjang dan ada 10 lebih baliho yang terpasang namun tak berizin," kata Bastari, Senin (22/10/2018) saat dihubungi.

Untuk tahal awal pihaknya akan membongkar baliho yang tak berizin habis masa izinnya di sepanjang jalan protokol.

Jalan yang banyak terpasang baliho yang tak berizin dan habis izinnya berada di jalan angkatan 45, Demang Lebar Daun, Sudirman Veteran dan jalan protokol lainnya.

"Berbagai macam baliho mulai dari baliho yang bersifat bisnis dan pribadi. untuk membongkar baleho tersebut kami juga di dampingi oleh tim KPK dan tim SatPol PP Kota Palembang," katanya.

Sementara itu Alex Fernandus, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Palembang mengatakan untuk membongkar baliho tersebut pihaknya akan menurunkan anggota sebanyak 200 anggota.

"Dalam minggu ini kita akan melakukan rapat koordinasi dulu untuk melakukan pembongkaran baliho yang tak berizin/habis masa izin tersebut," tegasnya.

Namun untuk Atribut Publikasi/APK Caleg saat ini pihaknya sudah mulai bergerak untuk melakukan pembongkaran.

"Untuk baliho kami juga meminta pendamping dengan tim KPK, untuk APK pemilu kami sudah mulai melakukan penertiban mulai dari di pohon, tiang listrik, sekolah, dan masjid," pungkasnya.