Palembang - Pemerintah Kota Palembang menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kota Tangerang dalam penerapan program kota pintar atau smart city.

Kerja sama itu tertuang dalam nota kesepahaman yang diteken Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Palembang Yanurpan Yany, dan Kepala Dinas Kominfo Kota Tangerang Tabrani, di Lawang Jabo Command Center (LJCC) Palembang, Selasa (24/4/2018).

Penandatanganan disaksikan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Palembang, Sulaiman Amin, dan Sekretaris Daerah Kota Tangerang, Dadi Budaeri.

Kepada wartawan, Sulaiman mengatakan, dalam kerja sama ini, Pemkot Tangerang menyediakan aplikasi untuk mempercepat akses layanan administrasi dan perizinan.

“Ada delapan aplikasi Pemkot Tangerang yang diadopsi Pemkot Palembang. Sebelumnya kita sudah membangun wadahnya yakni Lawang Jabo Command Center. Nah, delapan aplikasi inilah yang akan diisi di Lawang Jabo, selain dua aplikasi sebelumnya, yakni e-Kelurahan dan e-Lapor,” ujar Sulaiman.

Dengan penerapan aplikasi ini, kata Sulaiman, diharapkan dapat memecahkan permasalahan perkotaan, seperti kebersihan,kemacetan, keamanan dan pelayanan publik yang selama ini dikeluhkan masyarakat.

Seperti layanan Simpati Rumah Sakit, dimana masyarakat dapat memanfaatkan layanan ini untuk mengetahui ketersediaan fasilitas rawat inap di rumah sakit yang dituju.

“Untuk mengcover semuanya, Palembang butuh 20 sampai 30 aplikasi lagi,” tambahnya.

Sulaiman menambahkan, aplikasi ini juga dimanfaatkan untuk menyukseskan Asian Games 2018 di mana Palembang jadi tuan rumah.

“Karena sisa waktu empat bulan lagi. Keinginan kita ke depan, selain delapan aplikasi ini, dapat ditambah aplikasi lainnya.”

 

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Palembang, Yanurpan Yany, mengatakan, penandatanganan kerja sama ini adalah lanjutan dari program yang dicanangkan Harnojoyo semasa menjabat wali kota.

Rencana kerja sama itu kemudian diteruskan Penjabat sementara (Pjs) Wali Kota Palembang Akhmad Najib, dengan penandatanganan nota kesepahaman dengan Pjs Wali Kota Tangerang, M Yusuf, di Tangerang, Kamis, 22 Maret lalu.

Adapun delapan aplikasi itu, yakni, e-Office, Simpati Rumah Sakit, Perijinan online, Siap Kerja, Laksa, Sigap, e-Government, dan e-Plesiran.

Aplikasi e-Office untuk layanan administrasi internet, seperti disposisi, tracking surat. Aplikasi Simpati Rumah Sakit yang merupakan layanan informasi ketersediaan kamar kosong di rumah sakit.

Aplikasi Perijinan Online (layanan pembuatan izin online). Aplikasi Siap Kerja yakni layanan informasi lowongan pekerjaan dan pembuatan kartu kuning online.

Aplikasi Laksa merupakan layanan untuk memberikan saran, kritik, aspirasi kepada Pemkot Palembang.

Aplikasi Sigap seperti layanan yang berhubungan dengan kebersihan dan ketertiban kota. Aplikasi portal e-Government yani layanan yang dapat diakses oleh masyarakat dan pegawai pemerintah, dan aplikasi e-Plesiran melayani informasi tempat wisata dan fasilitas publik di Kota Palembang.

 

“Melalui layanan ini, diharapkan semua urusan yang sifatnya perizinan dan administrasi lainnya dapat diakses dengan cepat, tepat, praktis serta efesien,” ujar Yanurpan.

Ia menyebutkan, saat ini baru ada empat organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkot Palembang yang memanfaatkan aplikasi ini. Antara lain Dinas Tenaga Kerja, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Dinas Pariwista, Rumah Sakit.

“Ke depan kita harapkan seluruh dinas OPD pemkot Palembang bisa melengkapi fasilitas untuk mendukung smart city,” kata Yanurpan.

Sekretaris Daerah Kota Tangerang, Dadi Budaeri, mengatakan, ada 168 aplikasi yang dimiliki pihaknya dan bisa diadopsi secara gratis oleh kabupaten/kota yang ada di Indonesia.

“Saat ini sudah ada 32 kabupaten/kota yang mengadopsi aplikasi. Seperti Aceh, Bengkulu, Jambi, Depok, Karawang,” ujar Dadi.

Menurut Dadi, dengan sistem ATM (amati, tiru, modifikasi), penerapan sistem aplikasi ini terdiri dari tiga generasi yang terkait dengan integrasi sistem, office dan masyarakat.

“Kami siap lakukan pendampingan karena ketiganya harus digunakan. Jadi bisa rekrut tenaga ahli sendiri karena biayanya lebih murah