Palembang - Penjabat sementara (Pjs) Walikota Palembang Akhmad Najib, Kamis (29/3/2018) bersilahtuhrahmi dengan jajaran personil Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (PK&PB) Kota Palembang.

Lawatan orang nomor satu di Kota Palembang usai HUT Damkar ke 99 ini, guna mengingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau yang tidak lama lagi akan datang.

“Kita ingatkan untuk selalu waspada dan gerak cepat. Berdasarkan informasi dari BMKG April mendatang sudah akan memasuki musim kemarau,” tegas Akhmad Najib.

Ia mengatakan, antisipasi ini sangat diperlukan mengingat kebakaran tidak bisa di prediksi kapan akan terjadi.

Sehingga sikap waspada dan gerak cepat dibutuhkan untuk meminimalkan dampak kerugian yang ditimbulkan terutama sampai terjadinya korban jiwa.

“Nah sikap gerak cepat yang ditunjukkan personil dengan julukan “Pantang Pulang Sebelum Padam” ini harus di motivasi dan di support mulai dari kesiapan armada dan kesejahteraan personil-personilnya,” terang Najib.

Najib juga meminta agar sosialisasi kepada masyarakat mengenai pemahaman dan pencegahan terjadinya kebakaran misalnya yang dilakukan personil yang dituntut untuk gerak cepat guna menghindari kerugian harus terus di lakukan.

Karena kebanyakan masyarakat belum mengerti mengenai aturan dibidang keselamatan ini.

“Saya selalu pastikan aktivitas perijinan harus ada aturannya misalnya di bidang keselamatan ini,” tukasnya.

Senada disampaikan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (PK&PB) Kota Palembang, Dicky Lenggardi yang mengatakan, kesiapan pihaknya mengantisipasi kebakaran saat pilkada dan Asian Games mendatang.

Yakni dengan menyiapkan posko-posko yang diantaranya berada di Merdeka, Alang-Alang Lebar, Sako, Seberang Ulu (SU) I dan Seberang Ulu (SU) II ditambah 400 personil dan armada pemadam yang memadai.

“Kita siap 24 jam untuk menjangkau kebakaran yang terjadi wilayah Palembang dan wilayah yang berdekatan dengan Palembang seperti Banyausin,” ujarnya.

Tidak hanya itu, terang Dicky, warga jangan panik saat terjadi kebakaran diwilayahnya. Karena warga bisa langsung menelpon call center yang telah disiapkan 24 jam.

“Kita ada call center 113, jadi warga bisa menelpon langsung kalau terjadi kebakaran di wilayahnya,” jelas Dicky.

Selain itu, tambah Dicky warga harus tetap waspada dan ingat untuk mematikan semua peralatan yang mengandung api saat bepergian keluar rumah. Hal tersebut untuk meminimalkan resiko terjadinya kebakaran.

“Pencegahan tidak hanya dilakukan dengan mematikan listrik sat bepergian, tapi juga mematikan listrik saat hujan deras,” pungkasnya.