Palembang - Dalam mencapai targetnya “zero” sekolah rusak khususnya SD dan SMP pada 2022 mendatang, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang serius pembangunan dan peremajaan mobiler di sekolah.

Pemkot Palembang melalui Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda (Fitri) mengatakan, saat ini pihaknya tengah menfokuskan diri dalam pembangunan fisik sekolah serta peremajaan dan pengadaan mobiler di sekolah, terutama Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi tanggung jawab Pemkot Palembang.

“Untuk fisik kita anggarkan sekitar Rp76 miliar (M) dan mobiler sekitar Rp50 M, murni dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kota Palembang,” jelas Fitri seusai meresmikan gedung baru di SDN 159 Palembang, Selasa (16/1).

 

Tahun lalu, jelas Fitri, pihaknya melakukan pemerataan pembangunan di 16 kecamatan dengan membangun 46 gedung baru untuk SD dan SMP. Sementara pada 2018 ini pihaknya menambah 49 sekolah lagi untuk dibuatkan gedung baru. “Pembangunannya berdasarkan analisis tim dengan memprioritaskan sekolah darurat pembangunan,” katanya.

Senada, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palembang Ahmad Zulinto menambahkan, tidak hanya pembangunan fisik sekolah namun juga mobilernya serta peremajaan mobiler baik SD dan SMP khususnya negeri. “Per sekolah dananya tergantung berapa banyak yang dibangun, misal dengan gedung dua lantai dan delapan ruang kisarannya Rp1,9-2,9 M,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala SDN 159 Palembang Risman Gunanti, awal 2017 dirinya menjabat di sini semuanya masih gedung lama dan alhamdulillah saat ini sudah lebih baik. “Gedungnya ini dua lantai dengan delapan ruang, dimana enam ruang untuk kelas siswa, satu untuk ruang guru dan satunya untuk ruang kepala sekolah,” tutupnya.