Palembang - Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang resmi meluncurkan layanan Smart Aspiration to Urban City (Smartuc) Palembang. Aplikasi ini memanfaatkan teknologi seluler untuk menjangkau seluruh masyarakat dalam rangka menuju Palembang Smart City.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang Harobin Mastofa sangat mengapresiasi inovasi yang dikembangkan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Palembang untuk mendekatkan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Yang mana melalui Smartuc ini diwujudkan dengan mendirikan Command Center “Lawang Jabo” yang menjadi wadah integrasi semua OPD di lingkungan Pemkot Palembang untuk memantau setiap kejadian di Kota Palembang selama 24 jam.  

“Walaupun ini baru tahap awal, tapi kami sangat mengapresiasi apa yang dilakukan Dinas Kominfo,” ungkapnya usai launching di Ruang Rapat Parameswara Setda Kota Palembang, Jumat (23/12).  

Untuk kelancaran Smartuc ini, Harobin mengimbau Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada untuk berinovasi dengan memiliki aplikasi yang nantinya dapat terkoneksi dengan Command Center ini. Dengan begitu nantinya akan mempermudah masyarakat  untuk mengakses dalam mendapatkan pelayanan public.

“Terutama dengan aplikasi e-lapor. Camat, lurah, RT dan RW harus bisa mensosialiasikan sesederhana mungkin agar masyarakat mengerti dan bisa mengakses dan memanfaatkan layanan e-lapor ini,” jelas Harobin.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Palembang Yanurpan Yani mengatakan pada tahap awal ini ada tiga aplikasi dalam Smartuc ini yakni e_kelurahan, e_puskesmas dan e_lapor. Yang mana kedepannya akan ada penambahan aplikasi baru untuk melengkapi Palembang menuju Smart City ini.

“Jadi dengan e_lapor ini, masyarakat bisa melaporkan jika ada keluhan atau aspirasi yang akan disampaikan kepada Pemkot Palembang, misalnya mengenai e_KTP yang belum selesai, sampah dan lainnya,” jelasnya.

Kedepan tambah Yanurpan, pihaknya sudah bekerjasama dengan Pemkot Bandung dalam pengembangan Smart City ini, yang mana Pemkot Palembang akan mengadopsi aplikasi Smart City yang diterapkan Pemkot Bandung.

“Tapi akan kita pilah-pilah lagi mana yang bisa diterapkan di Pemkot dengan tambahan inovasi dan kreasi dari kita sendiri. Bahkan di 2018 ini kita sudah diapkan blue print nya untuk menghitung total keseluruhan CCT yang kita butuhkan untuk menunjang Smart City ini,” tukasnya