Palembang - Sebanyak 1.000 pedagang yang termasuk kedalam pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) mendapatkan bantuan kucuran dana dari Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang melalui Program Peningkatan Ekonomi Kerakyatan Kepada Usaha Mikro Kecil melalui Pemberian Kredit Tanpa Bunga dan Tanpa Agunan. Bantuan kredit usaha bagi 1.000 UKM ini diharapkan dapat membantu para UKM untuk meningkatkan usahanya.

Walikota Palembang Harnojoyo mengungkapkan, bantuan dana stimulus ini diharapkan dapat memacu para pesagang untuk lebih meningkatkan usaha mereka. Apalagi dalam hal ini, pedagang tidak dibebani dengan bunga pinjaman. 

"Pinjaman ini tanpa bunga. Pedagang harus dapat manfaatkan pinjaman ini sebaik-baiknya,"ungkap Harnojoyo disela launching pinjaman modal usaha tanpa agunan dan tanpa bunga kepada UKM di Kambang Iwak, Kamis (7/12).

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Edwin Efendi mengatakan,

sasaran dari penerima bantuan modal ini adalah pedagang yang memiliki usaha kecil seperti pedagang bakso, mie ayam, kerupuk dan usaha yang masuk kedalam usaha kecil mikro. Yang mana pinjaman ini disakurkan melalui Bank Perkreditan Rayat (BPR) Palembang. 

"Dari 1.400 UKM yang mendaftar sebanyak 1.000 pedagang yang masuk kedalam verifikasi dari BPR," katanya. 

Adapun kucuran dana pinjaman yang dudapatkan okeh oara pedagang ini sebesar Rp. 3 juta. Dengan mekanisme angsuran perbulan yang harus dibayarkan sebesar Rp. 250 ribu. 

"Program ini berkelanjutan dan akan ada lagi di 2018 mendatang," tukasnya. 

Adapun mekanisme pengajuan pinjaman ini tambah Edwin, pedagang bisa mendaftar melalui kelurahan di tempat tinggal mereka. Dengan syarat pengajuan seperti KK, KTP dan rekening listrik. Yang mana nantinya data dari para pedagang ini akan dikunpulkan dan diseeahkan kepada BPR Palembang untuk dilakukan verifikasi. 

"Nah untuk verifikasi pedagang ini akan dilakukan oleh BPR seperti kekengkapan data, survei lokasi dan lainnya. Proses pencairan juga langsung dilakukan oleh BPR," pungkasnya.