Palembang - Kegiatan uji emisi menjadi kegiatan rutin Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang. Setiap tahunnya akan ada ribuan kendaraan baik kendaraan pribadi serta angkutan umum perkotaan (Angkot) yang menjalani kegiatan uji emisi untuk melihat sejauh mana tingkat polusi yang dihasilkan dari gas buang kendaraan.

Seperti yang dilakukan Dishub Palembang, Rabu (1/11) yang kembali menggelar kegiatan uji emisi untuk kendaraan pribadi dan angkutan umum yang melintas di sekitaran Kambang Iwak (KI). Yang mana kegiatan uji emisi kendaraan ini diikuti oleh Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda  yang juga melakukan uji emisi untuk mobil dinas (mobnas) yang menjadi kendaraan operasional sehari-hari. 

Fitri juga tidak sungkan turut membantu petugas yang akan melakukan pengecekan terhadap kendaraan. Tidak lupa setelah selesai, Fitri menempelkan stiker agar tidak membuang sampah sembarangan.

"Kegiatan ini memang rutin dilakukan oleh BLH dan Dishub setiap tahunnya untuk mengetahui kondisi kendaraan. Kalau tidak lulus dalam uji emisi ini, itu artinya ada masalah pada kendaraannya," ungkap Fitri. 

Dikatakannya, dengan adanya uji emisi ini, selain dapat memantau kondisi kendaraan juga untuk menjaga polusi udara. Karena petugas dapat memberikan arahan kepada pemilik kendaraan yang diketahui tidak lulus uji emisi agar segera memperbaiki mesin kendaraannya. 

"Ada juga yang paling penting, stiker  jangan membuang sampah sembarangan ini, karena masih banyak pemilik kendaraan yang buka kaca mobil buang bungkus permen, tisyu keluar. Saya minta jangan lagi, tolong dijaga kebersihannya," harap Fitri. 

Saat disinggung mengenai lokasi uji emisi yang hanya di lalui lebih banyak angkutan umum ketimbang bis kota, Fitri menyarankan kepada instansi terkait yang berwenang menggelar kegiatan uji emisi kendaraan ini agar mengambil lokasi yang juga dilalui oleh angkutan bis kota.

"Ya, kita sarankan kedepannya agar uji emisi ini juga di gelar di lokasi yang dilalui angkutan bis kota," tukasnya. 

Senada disampaikan Kepala Dishub Palembang, Kurniawan mengatakan, kegiatan uji emisi yang digelar pihaknya untuk kendaraan pribadi dan utamanya angkutan umum ini, tidak berhenti setelah uji emisi selesai dilakukan. Akan ada sanksi tegas kedepan kepada pemilik angkutan umum yang angkotnya tidak lulus dalam uji emisi. 

"Semua datanya kan kita ada seperti nomor lambungnya. Nah itu akan kita sampaikan kepada pemilik kendaraan," ujarnya disela kegiatan uji emisi. 

Pasalnya jelas Kurniawan, uji emisi kendaraan ini sebagai salah satu upaya menjaga kualitas udara di Kota Palembang agar tetap baik, juga sebagai syarat untuk Kota Palembang meraih penghargaan Wajana Tata Nugraha (WTN). Karena itu, pihaknya pun mengimbau kepada pemilik kendaraan khususnya angkutan umum agar memperhatikan kelayakan kendaraan mereka, karena sanksi tegas sudah menunggu untuk pemilik kendaraan yang masih tetap membangkang.

"Pada saat uji emisi selanjutnya diketahui masih tidak lulus akan kita cabut izin operasionalnya.  Bahkan untuk KIR nya tidak akan kita keluarkan. Kita punya wewenang untuk itu," tegasnya sembari mengatakan KIR untuk kendaraan angkot dikeluarkan setiap enam bulan sekali.