Palembang - Akhirnya pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Sai Selayur Kelurahan Kalidoni akan segera terleasilsasi. Sebab kontrak kerjasama telah ditandatangani oleh Pemerintah Kota Palembang dan Pemerintah Australia di rumah dinas Wali Kota Palembang, Rabu (13/9).

"Ini sudah tanda tangan proyek,  artinya sudah bagian dari pekerjaan," kata Wali Kota Palembang, Harnojoyo usai acara tersebut.
 
Dikatakan Harno, pembangunan  IPAL Skala Perkotaan  ini telah direncanakan sejak 2012 lalu merupakan bantuan dari Pemerintah Negara Australia melalui Asian Development Bank (ADB) sebanyak satu unit dengan kapasistas 22 ribu sambungan.  "Namun untuk tahap awal ini baru 12 ribu sambungan atau sekitar 8 KM," ujarnya.
 
Dikatakan juga, bahwa IPAL ini difakuskan untuk kawasan Palembang Timur yang meliputi, Kecamatan Ilir Timur I, Kecamatan Ilir Timur II, Kecamatan Ilir Timur III, dan Kecamatan Kalidoni.
 
Sehingga limbah yang ada, terutama limbah rumah tangga dapat dikelola dengan baik agar tak mencemari lingkungan. Secara mekanisme, limbah rumah akan disedot melalui pompa kemudian  di IPAL baru dibuang dengan dialirkan kembali ke sungai.  Berbeda dengan pengelohahan air bersih,  yakni air disedot, kemudian dikelola baru kemudian di salurkan ke rumah-rumah. 
 
"Maka bisa juga  ke depan, IPAL komunal  bisa untuk di pinggir sungai, yang akan kita mulai dari Sungai Sekanak dengan mengandeng pihak swasta, misal PIM, kita sediakan IPAL dan PIM sebagai pengelola," harapnya.
 
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Palembang, Saiful mengatakan dalam pelaksanaanya nanti, tiap septic tank  di rumah-rumah akan disambungkan dengan pipa-pipa yang dihubungkan dengan IPAL. 
 
"Sambungan ke rumah-rumah harus disambungkan dengan septic tank sehingga limba cair maupun padat dapat ditarik," jelasnya.
 
Menurutnya, pencemaran lingkungan sangat mempengaruhi  kualitas air. Karena itu air limbah harus dikelola dengan baik. "Pecemaranan air dengan penglohan air minun sangat berpengaruh,  kalau pencemaran air  berat pengeloaan air minum mahal. Kalau itu sudah aman, maka pengelolahan air bersih murah," terangnya.
 
Adapun untuk pembangunannya, dijelaskan dia, jika tahap awal ini adalah pematangan lahan, untuk konstruksi akan dikerjakan pada 2019 mendatang, dan ditargetkan rampung pada 2020-an mendatang yang diperkirakan menelan dana sebesar Rp1,2 T.
 
"Total dana pembangunan ini sekitar Rp1,2 T, termasuk didalamnya dana APBN untuk perpipaan," sebutnya.
 
Sementara, Tim Leader Managemen consultan KIAT, Ronald Van De Kuilan, menjelaskan tujuan kerjasama ini  untuk perbaiki lingkungan. "Supaya limbah tidak mencemari lingkungan, baik itu limbah rumah tangga atau lainnya, terutama limbah rumah tangga karena mencemari air tanah," ujarnya.
 
Sebab, sambung dia, 80 persen penyakit berasal dari air yang tidak bersih. Jadi, jika air diperkotaan di cek, ia sangat yakin sudah tercemar bakteri e-coli. "Bakteri ini menyebabkan sakit perut," ucapnya.
 
Diterangkan dia, proyek ini merupakan proses panjang, yang mana dalam hal ini ada lima kota, termasuk Palembang. Namun untuk dana hibah dari ADB hanya Palembang. "Palembang satu-satunya untuk dana hibah, lainnya dalam bentuk pinjaman. Dana hibah ini sebesar 45 juta dollar Australia. 
 
Sebagai proyek dengan proses panjang, pihaknya pun menargetkan pada 2022 mendatang baru rampung. Dijelaskan dia, proyek ini berlangsung lama karena untuk pemasangan pipa saja mencapai 170 KM, tentu hal ini tidak bisa dikerjakan dalam satu waktu.

"Kira-kira kalau 170 KM harus dipasang di dalam kota, kalau saya gali dalam satu waktu, tidak ada orang yang bisa bergerak lagi, harus direncanakan, agar tidak mengangu," ungkapnya.