Palembang - Guna menata kawasan perkotaan, meratakan pembangunan dan mewujudkan program zero kawasan kumuh di bumi Sriwijaya. Pemerintah Kota Palembang bekerjasama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU PR) Kementerian Anggraria dan Tata Ruang dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional untuk menciptakan Kota Baru Mandiri Jakabaring.

Pembangunan kota baru tersebut akan di pusatkan di kawasan Jakabaring yang meliputi, Kecamatan Seberang Ulu I, Seberang Ulu II, Kecamatan Plaju dan Kecamatan Jakabaring.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bapeda Litbang)  Herray Hadi mengatakan program ini merupakan program nasional, yang intinya untuk mempercepat pembangunan yang dianggap kurang atau ada kesenjangan.

"Selama ini pembangunan di Seberang Ilir lebih banyak di banding Seberang Ulu. Kita lakukan pemerataan pembangunan. Makanya ini disebut Kota Baru," jelas dia usai acara audiensi dengan Kementerian PU PR Direktorat Jendral Cipta Karya terkait perencanaan infrastruktur pemukiman Kota Baru Jakabaring di ruang rapat Wali Kota Palembang, Rabu (6/9).

Diterangkan Herry, pengarapan program nasional ini, tidak semata hanya dilakukan oleh Pemerintah Palembang saja, melainkan secara terintegritas,  kopeherenship, agar  tidak terpotong-potong.

"Ini multi sektor, multi stake holder dengan singkronisasi kita tangani bersama," ucappnya.

Senada, Kasubid  Perkotaan Perkotaan Direktorat Perkotaan, Perumahan dan Pemukiman Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional, Mia Amalia mengatakan dari 10 program Kota Baru di Indonesia, Palembang salah satunya.

"Tahun lalu, dilakukan di Pontianak, Tanjung Selor. Tahun ini, Manado, Makasar dan Palembang, dan terus hingga 2019 ada 10 kota dalam program ini yang fokus di luar Jawa," sebutnya.

Dengan begitu, maka akan terjadi percepatan pembangunan dan pemerataan pembangunan di seluruh nusantara, agar pembangunan tidak hanya terkonsentrasi di Jawa.

Dijelaskan dia, program Kota Baru ini dikhususkan bagi masyarakat menengah ke bawah, bukan untuk industri, atau pembangunan perumahan mewah.

Sehingga hal ini sangat sejalan dengan program Pemerintah Kota Palembang untuk menata daerah kumuh, terutama yang ada di sepanjang pesisir Musi. "Kota Baru ini sejalan dengan program Pak Walikota menata kawasan kumuh, dan menghidupkan jejaring transportasi sungai, dengan begitu rumah-rumah akan menghadap ke sungai.

"Tujuan kita juga untuk mengubah prilaku masyarakat, kalau selama ini rumah masih membelakangi sungai, ke depan kita harapkan sudah menghadap ke sungai. Sehingga kemacetan di daratan bisa dikurangi dengan transportasi sungai," ujarnya.

Direktur Pengembangan Pemukimanan Direktorat Jendral Cipta Karya Kementerian PU PR, Nina Farida mengatakan dalam pengembangan kawasan Jakabaring ini menjadi Kota Baru Mandiri ini sudah  diinisialisasi dengan penataan kawasan kumuh, yang ditetapkan dengan SK Wali Kota. 

Karena itu, butuh kolaborasi seluruh pihak, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat dan dunia usaha melalui SCR-nya. "Untuk itu kita informasikan kepada Wali Kota, apa yang kita rencanakan supaya faham, dan terjadi kolaborasi," jelasnya.

Sementara, Kepala Subdirektorat Penataan Kawasan Perkotaan pada Direktorat Penataan Kawasan Kementerian , Wien Elas Yekti mengatakan sesuai dengan SK, kawasan Jakabaring ini meliputi  kecamatan itu ada tiga, yakni Kecamatan Sebarang Ulu I, Kecamatan Seberang II, dan Kecamatan Plaju.

"Bukan hanya Jakabaring saja, tapi menjadi sebuah kawasan yang terdiri dari beberapa kecamatan tadi, yang akan kita garap," pungkasnya