Palembang - Inspektur Jendral Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia, Muhammad Yusuf bersama rombongan meninjau pembangunan sentral kuliner perikanan di sekitar Museum Sultan Badaruddin II yang merupakan bantuan KKP, Rabu (30/08). Dalam kunjungan itu, dia berharap sentral kuliner tersebut benar-benar memberikan manfaat untuk masyarakat Palembang. Sehingga, sentral kuliner tersebut dapat menjadi pusat jajanan, tempat hiburan atau wisata, dan silaturahmi.

"Ini bukan basa basi, tapi  memberikan manfaat, sehingga masyarakat mengetahui dan menikmati apa aja olahan makanan dari ikan,"  kata Yusuf di disela-sela kunjungannya. Tak heran, jika sentral kuliner perikanan di bumi Sriwijaya ini akan menjadi percontohan untuk daerah lain. "Ini menjadi role model di Indonesia," ucapnya.
 
Disebutkan dia,  KKP memiliki 50 paket bantuan lain di Sumsel, antara lain: penyebarah benih ikan jelawat di Musirawas, sabuk pantai, dan pengadaan kapal nelayan di Banyuasin, kolam ikan rekayasa, dan mesin makanan ikan di Prabumulih, dan beasiswa untuk sembilan pelajar Sumsel, untuk kuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Perikanan.
 
"Nanti ke depan bisa juga bantuan benih ikan belida yang akan disebar di sungai Musi," ucapnya.
Sekda Pemerintah Kota Palembang, Harobin Mustafa mengatakan sentral kuliner perikanan ini dijadwalkan 120 hari selesai ini. "Kita lihat sekarang masih dalam tahap pemasangan pondasi,"ucapnya.
 Dijelaskan dia, sentral kuliner perikanan ini dibangun dengan konsep terbuka, seperti tenda di Kampung Kapitan.  Sehingga memudahkan penjual untuk menjajakan produknya.
 
 "Nanti masing-masing pedagang punya kapling, silahkan pedagang disana, yang kita prioritaskan pedagang yang selama ini sudah berdagang disana, yang jelas barang dagangannya adalah kuliner yang berbahan baku ikan. Yang lain tidak bisa," ujarnya.
Sementara Kepala Dinas UMKM dan Koperasi, Edwin Effendi, mengatakan pusat kuliner ini terdiri dari sembilan payung atau tenda kerucut, tiap-tiap payung diperkirakan mampu menampung 2-3 pedagang.
"Belum tahu, tapi kalau dillihat pondasinya besar per tendanya sepertinya bisa bisa untuk 2-3 pedagang, dan space di sekitar situ bisa juga diisi," jelasnya.
 
Menurutnya, sentral kuliner ini dapat menjadi  icon baru untuk Palembang, apalagi ketika Asian Games 2018 nanti banyak tamu-tamu dari luar kota yang akan berkunjung di sana, karena itu produk kuliner yang dijajakan di tempat tersebut harus dipastikan kualitasnya.
"Ini kaitannya dengan nama baik Palembang minimal yang bagus, kalau bisa pruduk sudah punya nama. Kita harus memperhatikan mutu, mulai dari kemasan, rasa, dan kesehatan. Jangan sampai produknya tahu-tahu memgandung formalin atau bahan berbahaya lainnya,"  ujarnya.
 
Akan tetapi, sambung dia, UMKM yang akan mengisi di sentral kuliner tersebut diutamakan para pedangan yang ada di sekitar lokasi tersebut. "Sesuai dengan arahan pak Sekda, yang menginginkan pedagan sekitar sini yang mengisi, namun tetap kita seleksi dulu. Kemudian nanti akan kita bentuk koperasi untuk mereka," pungkasnya. 
Sebagai tambahan informasi,  anggaran pembangunan sentral kuliner perikanan ini yang merupakan bantuan dari KKP ini lebih kurang sebesar Rp1,4 milyar