Palembang - Setelah sukses melakukan penghematan terhadap anggaran kebersihan melalui kegiatan gotong royong setiap Minggu pagi, Pemerintah Kota Palembang mulai fokus terhadap pengembangan sarana infrastruktur dan Sumber Daya Manusia (SDM).

Berdasarkan data yang didapat, untuk mendorong percepatan pembangunan, sehingga terwujud kesejahteraan bagi masyarakat Walikota dan Wakil Walikota Palembang mulai fokus kepada pembenahan, melalui penambahan anggaran di beberapa sektor.
 
Seperti yang disampaikan Walikota Palembang Harnojoyo, dimana pihaknya mulai fokus kepada pembenahan di bidang pendidikan, dengan mengalokasikan anggaran sebesar 38,95% dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) pada tahun 2017, melebihi yang ditetapkan Undang-undang sebesar 20%.
 
"Kita akan terus tingkatkan pelayanan pendidikan, dengan terus memperbaiki kualitas pendidikan melalui peningkatan sarana dan prasarana serta kualitas pendidikan di Kota Palembang," jelasnya.
 
Baginya, pendidikan menjadi modal dasar pihaknya dalam memajukan Kota Palembang. Karena, melalui peningkatan mutu SDM, Palembang akan menjadi kota terdepan. 
 
Untuk mewujudkan semua itu, perlu sarana dan prasarana serta mutu pendidikan yang berkualitas. Hal itulah yang membuat pihaknya merasa perlu menambah alokasi dana pendidikan, sehingga masyarakat serta anak-anak di Palembang dapat menempuh pendidikan dengan fasilitas yang memadai.
 
Sejak itu, minat melaksanakan pendidikan di Kota Palembang pun terus meningkat. Sebagai gambaran Angka Partisipasi Kasar (APK) SD 112.05, SMP 97.08 dan SMA 84.32. Sedangkan untuk Angka Partisipasi Murni (APM) SD 92.7, SMP 76,18 dan SMA 58.27 dengan rata-rata lama sekolah di Kota Palembang 12 Tahun.
 
"Jika pendidikan kita sudah baik, maka sektor lain juga akan terus berkembang. Karena dasar dari semua itu adalah SDM," tuturnya.
 
Harnojoyo juga mengungkapkan, bidang Kesehatan juga jadi point penting dalam mengalokasikan anggaran. Karena, untuk tahun ini, alokasi anggaran sebesar 25,35 % dari APBD Tahun 2017 di luar gaji, melebihi yang ditetapkan undang-undang kesehatan sebesar 10 %.
 
Sama seperti pendidikan, penambahan anggaran ini digunakan untuk meningkatkan sarana dan prasarana serta peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat antara lain menempatkan tenaga dokter di 70 Puskesmas Pembantu (Pustu).
 
"Angka Harapan Hidup di Kota Palembang Tahun 2014 yaitu 69,80 tahun untuk Tahun 2015 meningkat menjadi 70 tahun," terangnya. 
 
Selain itu,dalam hal penanggulangan kemiskinan, Kota Palembang telah berhasil menurunkan angka kemiskinan dari 12,93% di Tahun 2014 menjadi 12,85 % di Tahun 2015. Upaya penanggulangan kemiskinan antara lain dilaksanakan melalui program 100-0-100.
 
"Dalam rangka pencapaian 100% layanan sanitasi, untuk peningkatan kualitas lingkungan sedang dibangun IPAL skala perkotaan di Sei Selayur bantuan Pemerintah Australia untuk tahap pertama 21.000 (dua puluh satu ribu) Sambungan Rumah serta pembangunan IPAL Komunal di 11 lokasi," ulasnya.
 
Hal yang sama juga disampaikan Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda, dimana melalui beberapa fokus pengembangan SDM dan peningkatan pelayanan kesehatan, dapat mensuport kegiatan pembangunan di Koya Palembang.
 
Karena, dengan banyaknya kegiatan pembangunan di Kota Palembang tentunya akan mendorong peningkatan dan pertumbuhan ekonomi daerah. Seperti yang terjadi pada Tahun 2014 pertumbuhan ekonomi Kota Palembang sebesar 5,24%, lebih tinggi dari pencapaian nasional sebesar 5,02 %. Sedangkan di Tahun 2015 sebesar 5,44 % sementara pencapaian nasional sebesar 4,79 %.
 
"Kami mengajak masyarakat untuk dapat mewujudkan Palembang Elok Madani Aman dan Sejahtera (EMAS) 2018. Dan siap menyambut Palembang EMAS Darusallam serta sukseskan penyelenggaraan Asian Games 2018," tandasnya