Palembang - Kabar gembira bagi masyarakat Kota Palembang, dimana Walikota Palembang melalui Badan Pengelola Pajak Daerah (BPPD) Kota Palembang, akan memberikan discount untuk wajib pajak (WP) yang akan melunasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Bahkan, ungkap Kepala BPPD Kota Palembang Shinta Raharja, potongan yang diberikan bagi WP yang akan melunasi tunggakan PBB tersebut, mencapai 75%.
 
"Saat ini sedang kita bahas dan akan segera kita launching. Meski begitu, payung hukum yang akan mengatur kebijakan Walikota tersebut, sudah dikeluarkan melalui Peraturan Walikota (Perwali) Nomor 32 tahun 2017," jelasnya saat dibincangi di ruang kerjanya, 
 
Shinta menerangkan, pemutihan atau penghapusan beban tunggakan yang akan dilakukan pihaknya berlaku bagi mereka yang menunggak sejak tahun 2002 sampai tahun 2011.
 
Dengan besaran discount untuk piutang 2002 sampai 2006 denda dihapuskan utang pokok dipotong 75%, artinya WP yang membayar 25% dari piutang. Sedangkan, 2007-2011 denda dihapuskan utang pokok 50%.
 
"Jadi ini untuk mereka yang memiliki piutang dan denda yang cukup besar. Untuk tahun 2011 sampai tahun ini tidak terlalu besar dan dirasa WP masih sanggup untuk menyelesaikannya," tuturnya.
 
Shinta menerangkan, program ini merupakan kebijakan Walikota Palembang Harnojoyo dalam meringankan beban WP yang sudah bertahun-tahun menunggak. Sehingga hal ini diharapkan dapat merangsang keterlinatan masyarakat dalam membayar pajak demi pembangunan.
 
"Ini akan kita launching berbarengan dengan launching tugu Belido. Semoga, sekitar 1 juta spt tunggakan sejak 10 tahun terakhir, yang diharapkan bisa dimaksimalkan, untuk memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Palenbang," jelasnya.
 
Saat ini, ungkap Shinta, pihaknya terus menggenjot PAD dari sektor pajak ini. Tahun ini, BPPD berhasil menorehkan catatan penerimaan dari sektor PBB sudah masuk sebesar Rp. 67,2 Miliar, yakni sebesar 46,67% dari target Rp 144 Miliar.
 
Selain itu, sampai hari ini, pihaknya juga berhasil mencatatkan realisasi target PAD sebesar Rp372 miliar atau 61,86% dari target Rp. 602 miliar.
 
"Sekarang tinggal Rp. 230 miliar, kita optimis bulan depan bisa menyentuh diatas angka 80%. Karena, sekarang saja beberapa jenis pajak sudah tercapai," tuturnya.