Palembang - Keterbatasan lahan pertanian tidak membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang putus akal dalam meningkatkan hasil pertaniannya. Dimana, dengan luasan lahan sebesar 6,596 hektare, Kota Palembang mampu ikut berperan dalam upaya khusus (UPSUS) Padi di Sumateta Selatan (Sumsel).

Hal itu disampaikan Walikota Palembang, Harnojoyo disela-sela kegiatan panen padi sawah lebak dan pemberian bantuan bibit tanamam buah-buahan, kepada kelompok tani, Sepakat I Kelurahan Sungai Lais, Gandus, Senin (14/8/17).
 
"Meski kita berstatus Kota Metropolitan, kita masih tetap memiliki lahan pertanian, bahkan hasil produktifitas padi kita cukup tinggi dan masuk dalam produktifitas padi lebak," jelasnya.
 
Pada Tahun 2017 ini, sasaran tanam padi di Provinsi Sumsel adalah seluas 1.241.700 Hektar, dan Kota Palembang sebagai Ibukota Provinsi yang terus berbenah dalam pembangunan di segala sektor, masih mempertahankan pertanian khususnya sawah lebak, yakni dengan tetap memanfaatkan potensi sawah yang ada di Palembang.
 
"Saat ini kita ada sekitar 6.600 hektare lahan yang dapat dijadikan sasaran tanam, yang tersebar di 10 Kecamatan. Adapun Kecamatan tersebut adalah Kecamatan IIIr Barat (IB) I, IB II, Gandus, Seberang Ulu (SU) I, Seberang Ulu (SU) ll. Kertapati, Kalidoni, Plaju, Ilir Timur II, dan Sematang Borang," bebernya.
 
Untuk meningkatkan hasil produktifitas, saat ini Pemkot Palembang sedang melakukan pengembangan 'Desa Mandiri Benih'. Dimana ada seluas 10 hektare berupa Gudang Penyimpanan Benih dan Lantai jemur gunaan-sarana prasarana untuk kelompok tani Rukun Setia I di Kelurahan Sungai Selincah Kecamatan Kalidoni.
 
"Kami terus melakukan koordinasi dengan pihak Provinsi, terkait bantuan dana pengembangan pertanian Kota Palembang. Bahkan, dalam rangka UPSUS Padi, kami melalui Dinas Pertanian Ketahanan Pangan Kota Palembang, telah mengalokasikan bantuan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dam APBN, kepada seluruh kelompok tani," tandasnya.