Palembang - Himbauan terus deiberikan oleh Walikota Palembang kepada warga untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan sungai dan sekitarnya terutama sungai Sekanak. “Jangan buang sampah sembarangan. Jangan jadi Sekanak ini comberan atau tempat pembuangan,” ujar Harnojoyo, di lokasi gotong royong di Jalan Musi Raya, Komplek Way Hitam, Kelurahan Siring Agung, Kecamatan Ilir Barat I, Minggu (30/7/2017).

Harnojoyo mengatakan, Sekanak termasuk kawasan yang jadi destinasi wisata. Sejumlah pembenahan dilakukan di kawasan itu. Mulai dari penataan Sekanakan Kerihin, pengecatan bangunan, hingga menjadikan Sungai Sekanak jadi destinasi wisata sungai.

“Karena itu, butuh peran serta masyarakat untuk menyukseskan program pemerintah ini,” kata Harnojoyo.

Sekretaris Daerah Kota Palembang, Harobin Mastofa, mengatakan, selain memantapkan konsep, Pemkot Palembang mesti juga membebaskan lahan di pinggiran Sungai Sekanak untuk jalan arteri sungai ke depannya.

Pembebasan Lahan

“Untuk penataan jaringan sungai ini, kita perlu membebaskan lahan di sepanjang pinggiran sungai. Tapi, sebagian sudah ada yang dibebaskan. Dalam waktu dekat, lahan yang akan dibebaskan mulai dari batas kantor wali kota hingga perumahan TNI Angkatan Darat,” Harobin menerangkan.

Kendati demikian, ia masih belum bisa menyebutkan rincian total pembebasan lahan ini.

“Ini sudah pernah dikoordinasikan, saat ini lahan tersebut masih terdapat rumah makan dan perumahan. Nantinya, lahan ini untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH). Akan kita kaji dan ada tahapannya. Selain itu, di sepanjang pinggiran Sungai Sekanak hingga Simpang Lima DPRD Sumsel, akan juga dipasang batu alam dan bangku-bangku taman,” beber Harobin.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dam Penataan Ruang (PUPR) Kota Palembang, Bastari, menambahkan, kondisi sungai saat ini masih terdapat banyak limbah rumah tangga dan industri yang masuk ke Sungai Sekanak.

“Penataan sungai ini terhubung antara sungai satu dan lainnya. Di mana, saat ini Sungai Lambidaro juga harus ditangani karena terhubungan dengan Sungai Sekanak. Konsepnya saat ini sedang juga dibahas dengan BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai),” ujar Bastari. (*)