Palembang - Rencana revitalisasi Pasar Cinde kian dikebut. Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang melalui PD Pasar Palembang Jaya mulai melakukan pengundian tempat relokasi yang akan ditempati para pedagang selama pembangunan Pasar Cinde nantinya.

"Saat ini sudah dalam penataan, usai pengundian ini para pedagang akan mulai berangsur pindah dan menempati lokasi yang telah kita sediakan. Setelah pengundian nanti, secara otomatis para pedagang sudah harus pindah," ungkap Direktur Utama PD Pasar Palembang Jaya, Asnawi P Ratu usai pembukaan acara pengundian tempat pedagang Pasar Cinde di Kecamatan Bukit Kecil Palembang, Senin (17/7).

Ia menjelaskan dengan telah dilakukannya pengundian ini, pihaknya memastikan 24 Juli mendatang para pedagang akan segera menempati lokasi relokasi yang letaknya tepat di depan bangunan Pasar Cinde.

Terkait dengan lokasi relokasi yang menempati lahan parkir Pasar Cinde selama ini, Asnawi mengatakan, lokasi lahan parkir itu dipindahkan sementara ke bank, bekas Cineplex dan beberapa bangunan disekitar.

"Kalau didepan ini tidak bisa kan, pinggir jalan pasti mengganggu arus lalu lintas. Karena itu kita arahkan kebeberapa tempat misal di Jalan Merah ada bekas Cineplek dan bank nah di sana untuk parkirnya," ujarnya.

Ia juga menambahkan, pihaknya juga terus melakukan sosialisasi kepada para pedagang perihal penataan pasar ini. "Dari perhitungan kami, ada sekitar 600 pedagang yang diundi itu terdiri dari pedagang lama, tentu kios dan losnya dipaskan untuk pedagang," tukasnya.

Ditempat yang sama, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Harobin Mastofa mengatakan, dengan relokasi ini pihaknya menjanjikan kenyamanan bagi para pedagang. "Dari 600 lebih pedagang ini kita pastikan tidak ada yang tidak kebagian nantinya dapat semuanya. Selain itu, kita minta pedagang jangan terlalu dibebani oleh biaya los dan kios," katanya.

Sementara itu, salah satu pedagang yang terlihat masih membuka tokonya di Pasar Cinde mengaku, ia baru mendapatkan selebaran undangan pengundian relokasi ini dari Pemkot Palembang pada Minggu (16/7). "Pendataan memang sudah dilakukan dari 2015 dulu. Kalau pengundian ini baru tahunya kemarin selebaran dikasihkan," ungkapnya.

Ia menambahkan, jumlah pedagang yang ada saat ini sekitar 800-an tapi yang aktif hanya 600 dari jumlah kios dan los. Kita sih nurut aja apa peraturan pemerintah, yang penting terbaiklah," pungkasnya.