Palembang - Memastikan musim mudik 2017 berjalan aman dan nyaman, seluruh armada angkutan umum, baik bus antar kota antar provinsi (AKAP) atau bus antar kota dalam provinsi (AKDP) di Sumsel, akan dicek untuk dipastikan kelayakan jalan.

“Laik tidaknya kendaraan itu tanggung jawab kita semua,” kata Gubernur Sumsel, Alex Noerdin usai Upacara Gelar Pasukan Angkutan Lebaran 2017 atau 1348 Hijriyah Provinsi Sumsel, di halaman parkir terminal Alang-Alang Lebar, Rabu (14/6).

Sebelum jalan kendaraan harus dipastikan kelayakannya, apakah rem, AC, lampu dan lainnya dalam keadaan baik.

“Kalau rem blong sudah pasti tidak bisa jalan. Tapi bukan itu saja, AC kurang dingin, lampu kurang terang harus diperbaiki dulu. Sehingga kendaraan benar-benar laik jalan dan nyaman,” ujar Alex.

Selain itu, harus dilakukan uji emisi buang pada kendaraan tersebut. Dalam hal ini akan diukur, apakah diambang batas atau melampaui. Jadi, ke depan tidak ada lagi bis di jalanan yang mengeluarkan kepulan asap hitam  yang menganggu.

“Tak susah ragu-ragu. Kita usahakan, penumpang dari atau luar Sumsel, mau kemana pun akan mudik, akan nyaman dan aman,” kata Alex pula.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumsel, Nasrun Umar, mengatakan, pihaknya akan melakukan run check terhadap kendaraan umum yang ada di Sumsel. Pengecekan akan dilakukan di terminal-terminal serta  dilakukan patroli untuk memantau semua itu.

“Dari segi kendaraan atau moda angkut, kami uji kelayakan, mulai rem, AC, lampu, dan lainnya. Kami juga mengecek dari segi operator atau sopir. Kami  bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, dan  Badan Narkotika setempat untuk melakukan tes urin kepada sopir, apakah ada yang terindikasi zat adiktif? Kalau terbukti tidak boleh jalan, karena keselamatan yang utama,” Nasrun membeberkan.

Ia menuturkan, tahun lalu di Terminal Betung, Banyuasin, pernah didapati sopir yang positif mengunakan narkoba. Lalu pihaknya bertindak tegas dengan memberi sanksi tidak hanya sopir tetapi juga pemilik.

“Kemudian penumpang kami turunkan semua, dan kami pindahkan ke bis lain. Dan mereka kita beri sanksi,”

Masih terkait usaha untuk memperlancar arus mudik, sesuai dengan aturan Kementerian Perhubungan, pada H-7 hingga H+7 angkutan barang tidak boleh melintas, kecuali yang diperbolehkan, seperti  sembako, ternak dan Bahan Bakar Minyak.

“Angkutan lain, seperti batu bara juga tidak boleh melintas,” kata Nasrun.

Sebab, diprediksi pada 2017 ini, di Sumsel akan terjadi kenaikan penumpung sebesar 3,06 persen dibandingkan 2016 lalu atau sekitar 596.000 penumpang. Hal ini ditandai dengan penurunan penumpang angkutan darat.

“Selain angkutan darat semua mengalami kenaikan, kenaikan signifikan terjadi  moda transportasi kereta api dan udara,” Nasrun menyebutkan