Palembang - Indeks minat baca di Indonesia masih rendah. Hal ini diungkapkan oleh Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan, Perpustakaan Nasional, Woro Titi Haryanti, dalam acara Safari Gerakan Nasional Gemar Membaca di Provinsi dan Kabupaten/Kota, di Ruang Rapat Parameswara Setda Kota Palembang, Rabu (7/6/2017).

Ada sejumlah faktor penyebab rendahnya minat baca di negeri ini.Antara lain, kebiasaan membaca belum menjadi budaya di masyarakat, ketersediaan  buku, baik cetak maupun digital di masyarakat masih jauh dari memadai Ungkap Woro.

“Faktor lainnya, keterjangkauan akses masyarakat terhadap informasi, baik online maupun offline oleh perpustakaan masih jauh dari harapan,” ujar Woro.

Untuk mengatasi semua itu, lanjut dia, Perpustakaan Nasional melakukan berbagai program. Antara lain, mengalokasikan dana dekonsentrasi, hibah buku ke perpustakaan, pondok pesantren dan pendidikan keagamaan, perpustakaan rumah sakit,  perpustakaan lapas, perpustakaan komunitas, mobil perpustakaan keliling, serta menyediakan juga koleksi digital dapat diakes masyarakat yang terkoneksi internet.

“Koleksi iPusnas berjumlah 12.526 judul (125.260 eks), e-journal sebanyak 754.528 eks, e-book sebanyak 21.504 eks. Dan perpustakaan pun menghimpun one search yang berhasil menghimpun 3.714.812 record dari 590 perpustakaan di Indonesia,” Woro menyebutkan.

Namun, program ini tak akan berjalan dengan baik tanpa dukungan dari berbagai pihak. Karena itu, diharapkan kerjasama dari keluarga, sekolah maupun lingkungan.

“Di rumah ayah dan bunda jadi teladan, role model, dan motor penggerak keluarga dalam menciptakan kebiasaan membaca di rumah,” kata Woro pula.

Di sekolah, para guru dan pustakawan dapat menerapkan wajib baca 15 menit sebelum pelajaran dimulai. Sedangkan untuk masyarakat dapat menyediakan bahan bacaan, dan  tokoh masyarakat dapat menyakinkan masyarakat tentang pentingnya membaca.

Sekretaris Daerah Kota Palembang, Harobin Mastofa, mengatakan, dengan membaca kita bisa membuka kunci dunia. Sehingga membaca sangat mempengaruhi kualitas SDM suatu negara.

Pemkot Palembang, ujar Harobin, terus berupaya agar minat baca masyarakat, terutama generasi muda, di kota ini terus meningkat.

“Kita siapkan perpustakaan sekolah, taman bacaan di kelurahan dan kecamatan, serta perpustakaan keliling. Kita harapkan dengan fasilitas tersebut dapat meningkatkan minat baca masyarakat,” ujar Harobin.

Ia melanjutkan, jika Pemkot Palembang sangat mendukung Gerakan Nasional Gemar Membaca yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Nasional ini.

“Mari kita membaca, menumbuhkan minat baca sebagai modal meningkatkan diri untuk bersaing di era global,” ujar Harobin.