Palembang - Wali Kota Palembang Harnojoyo mewanti-wanti pemberian izin penimbunan rawa harus sesuai aturan, agar rawa tidak beralih fungsi. Rawa yang beralih fungsi atau tidak normal lagi, tentu saja berdampak pada lingkungan. Salah satunya adalah banjir. Sebab, fungsi rawa sebagai daerah resapan air otomatis hilang jika rawa beralih fungsi.

“Harus betul-betul diperhatikan izin untuk penimbunan rawa. Karena tidak semua rawa bisa ditimbun,” kata Harnojoyo, Selasa (2/5/2017).

Merujuk pada Peraturan Daerah Kota Palembang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Pemanfaatan dan Penimbunan Rawa, ada tiga jenis rawa, yakni Rawa Konservasi, Rawa Budidaya,  dan Rawa Reklamasi.

Rawa konservasi haram ditimbun. Begitu pula rawa budi daya, hanya boleh untuk keperluan sawah dan perkebunan. Yang bisa ditimbun hanya rawa reklamasi.

Tapi ada syaratnya. Yaitu harus menyisakan 30 persen dari luas lahan yang ditimbun untuk dibuat kolam retensi.

“Kita harapkan kepada masyarakat agar tidak sungkan-sungkan melapor jika melihat ada aktivitas penimbunan rawa ilegal. Pelakunya akan kita tindak tegas, termasuk jika ada oknum pemerintah yang terlibat,” ujar Harnojoyo. (*)