Palembang - nah ada kabar bagus bagi pencinta skate board di Palembang. Pemerintah Kota ini segera membangun area skate board untuk mereka. Lokasinya di taman bawah Jembatan Ampera bagian Ilir. Wali Kota Palembang Harnojoyo, Jumat (28/4/2017) meletakkan batu pertama pembangunan area yang dinamakan Ampera Skate Park itu.

Peresmian ditandai dengan penekanan sirine oleh Wali Kota Harnojoyo, Wakil Wali Kota Fitrianti Agustinda, Sekretaris Daerah Harobin Mastofa, dan Dirut PDAM Tirta Musi Cik Mit.

Setelah itu pembukaan selubung papan bertuliskan Ampera Skate Park. Selanjutnya, peletakan batu pertama oleh Wali Kota Harnojoyo.

Pembangunan Ampera Skate Park menggunakan dana corporate social responsibility Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Musi.

“Alhamdulillah. Ini salah satu impian Pemkot Palembang, untuk memberikan ruang bagi anak-anak muda berkreasi dan menyalurkan hobi secara positif,” ujar Harnojoyo.

Ia mengatakan, keinginan membuat area skate board sudah ada belasan tahun lalu, tapi baru sekarang terwujud.

“Kita harapkan area skate park ini bermanfaat. Pelihara dan tetap jaga kebersihan jika pembangunan sudah rampung,” kata Harnojoyo pula.

Pembangunan Ampera Skate Park disambut suka cita komunitas skate board Palembang.

Hadi, ketua Palembang Street Imaginator, salah satu komunitas skate board di kota ini, mengatakan, pihaknya belum ada tempat khusus untuk bermain.

“Kami berlatih di mana saja.”

Bawah Jembatan Ampera, Seberang Ulu, Jakabaring, Pusri, Seduduk Putih, Kambang Iwak atau di taman depan TVRI, adalah beberapa lokasi tempat komunitas ini berlatih. Komunitas ini sempat juga dapat pengalaman tak mengenakkan.

“Sempat kena marah Pol PP. Kami bilang, kalian tidak memberi kami tempat untuk bermain, bagaimana kami bermain,” ujar Hadi, dibincangi di lokasi acara.

Dengan adanya area skate resmi, Hadi mengatakan pihaknya terpacu untuk giat berlatih dan mengikuti kompetisi.

Untuk diketahui, Street Imaginator berdiri sejak 2000 silam, dan telah melahirkan pemain skate board profesional. Baru-baru ini anggotanya juara kompetisi tingkat nasional di Lampung.

Hadi berharap, selain menyediakan area, Pemerintah Kota Palembang juga memfasilitasi kompetisi skate board.

“Iya, kalu bisa tiap tahun pak wali  mengadakan kompetisi untuk kami. Selama ini belum ada,” ucap dia.

Karena, ujar Hadi, sebagian anggota menjadikan skate board tak hanya hobi, tapi juga mata pencaharian. Misalnya jadi atlet, pengisi event, atau endorse.

“Ada teman di Bandung diendor perusahaan asing senilai Rp 35 juta per bulan. Kalau teman-teman di Palembang belum sebesar itu. Ada kemarin sekitar Rp 700 ribu per bulan. Kami harus pakai baju dengan atribut mereka dalam sebuah event atau kompetisi,” Hadi menerangkan.

Ia menambahkan, selain hobi dan bisnis, bermain skate board juga wahana mengembangkan kreatifitas, dan tidak terpengaruh narkoba.

“Narkoba itu merugikan. Kreatifitas tidak berkembang. Pola pikir jadi sempit. Kami dengan bermain skate bord bisa terhindar dari narkoba. Semoga pembangunan skate park cepat selesai.” (*)