Palembang - Hari ini perwajahan kolong Jembatan Ampera nampak berbeda, lebih cantik dan menarik. Jika sebelumnya tiap pukul satu siang hingga menjelang mentari kembali keperaduan, lokasi ini dipadati para pedagang dan pemburu pakaian pakaian bekas (BJ), mulai dari baju, celana, rok, jaket, tas, sepatu, kaos kaki hingga pakaian dalam.

Kini kolong tersebut disulap layaknya pangung pertunjukan, lengkap dengan  stand-stand yang menawarkan berbagai produk dari industri kreatif, mulai dari makanan, souvenir, pakaian, hingga produk seni lainnya.

Biasanya para penjual pakaian BJ hanya bermodal terpal atau jenis alas serupa untuk menjajakan pakaian bekas, tanpa ditata rapi, lembar-lembar pakaian BJ ditumpuk begitu saja. Sehingga terkesan kurang rapi dan sedikit sembrawut.


Namun, saat ini lokasi di bawah bangunan peninggalan kolonial Jepang, telah berdiri pondok-pondok bambu yang merupakan lapak para pelaku ekonomi kreatif di Palembang memperkenalkan produk mereka.  

Selain berbelanja, pengunjung bisa menikmati berbagai pertunjukan seni, para seniman unjuk kemahiran dihadapan halayak umum.
Ada pelukis, hena art, penari, penyanyi, atau pemain musik tradisonal. Istimewanya lagi, pengunjung juga bisa minta dilukis oleh seniman hebat, untuk kenang-kenangan di bawa pulang.
Dan pastinya aneka kuliner khas Kota Palembang maupun menu-menu kekinian lainnya dihadirkan di pasar seni ini.

Tak itu aja,  meski beberapa produk  tak asing lagi, tapi hadir dengan inovasi terbaru. Misal, ada kripik pisang dikemas lebih menarik, namun yang membuat spesial, bahan bakunya dari pisang endimik dari daerah MUBA dengan citra rasa yang lezat tentunya.


Oleh karena itu, kemudian Pasar Seni akan digarap lebih permanen dengan penempatannya di sekitar daerah samping Monumen Penderitaan Rakyat (Monpera).  

Memang yang namanya seni,  budaya dan unsur tradisional selalu di hati menikmatnya, maka Pemerintah Kota Palembang lebih serius mengarap hal ini. Mengingat juga, Palembang terpilih menjadi salah satu kota tempat penyelenggaraan Asian Games 2018.


"Hal seperti yang mereka inginkan negara lain, mereka rindu krearifitas dan rindu dengan tradisional yang ada di kita ini.Selama ini kita sudah ada, kita kreatif tapi promosi dan pengemasan yang kurang, mari besama-sama kita berikan yang terbaik untuk Indonesia dan dunia,"  ucap Sekda Pemerintah Kota Palembang, Harobin Mustafa dalam sambutannya di acara Pambukaan  Festival Tourism Palembang Art, Senin (10/4).


Lebih dari itu, festival yang berakhir 10 April 2017 ini menjadi wadah seniman, anak muda, dan masyarakat secara umum untuk berkreasi dan memperkenalkan produk jempolan asal Palembang.


Pastinya, semua ini cocok banget dengan pernyataan Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang, Isnaini Madani, bahwa Perwisata itu harus ada efek wow, unik dan khas.

Dengan demikian, diiharapkan dengan  kehadiran pasar seni memberi warna baru bagi sektor pariwisata Palembang. Meski hanya berumur singkat, tak lebih dari satu bulan, Festival Pasar Seni ini bisa menjadi magnet positif untuk membawa nama besar Palembang ke kancah nasional, atau bahkan internasional.