Palembang - Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII (BBWSS VIII), Jarot Widyoko, mengatakan sangat prihatin melihat kondisi anak sungai di Palembang yang banyak tercemar limbah dan beralih fungsi. Menurut Jarot, kendati Wali Kota Palembang Harnojoyo memberi teladan dengan terjun langsung membersihkan sungai dan anak sungai serta drainase tiap minggu, kondisi sejumlah anak sungai di kota ini masih belum bagus.

Ini salah satunya karena perilaku buruk masyarakat yang membuang sampah sembarangan di anak sungai dan drainase.

“Sekarang masih banyak warga yang membuang limbah ke sungai. Perlu penyadaran terhadap masyarakat ini, sungai bukan tempat sampah,” ujar Jarot, dibincangi di acara Lomba Susur Sungai Sekanak, Minggu (26/3/2017).

Ketua Gerakan Peduli Anak Sungai Musi, Darmawan, mengatakan, dahulu anak sungai di Palembang ada sekitar 304 titik. Tapi, sekarang jumlahnya makin berkurang.

“Bayangkan. Sekarang anak sungai kita hanya tersisa 95 titik. Ke mana 200-an anak sungai lainnya. Kita merasa prihatin ratusan anak sungai kita beralih fungsi,” ujar Darmawan.

Ia menyebutkan, peralihan fungsi anak sungai itu bentuknya bisa penimbunan, bangunan liar, hingga anak sungai yang tak terurus dan tersumbat sampah, dan akhirnya tidak berfungsi lagi.

Akibat anak sungai maupun sungai yang beralih fungsi, kata Darmawan, terjadi banjir. Perekonomian masyarakat via sungai pun mati.

“Kami apresiasi pihak yang peduli lingkungan. Terutama dari SDA Watch serta Pemkot Palembang. Mudah-mudahan ke depan, dengan kepedulian yang tinggi dari kita semua, fungsi sungai dapat dikembalikan, yang akhirnya mebuat ekonomi kita semakin baik,” ujar Darmawan, yang juga ketua DPRD Kota Palembang ini.

Wali Kota Palembang Harnojoyo mengatakan, pihaknya telah berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga kebersihan dan kemurnian air sungai.

Menurutnya, sungai tidak akan baik jika tidak dijaga. Tentu, dalam merawat dan menjaganya tidak cukup hanya dilakukan pemerintah saja. Melainkan semua pihak harus terlibat.

“Insya Allah, sungai akan kita kembalikan fungsinya seperti dahulu. Sebagai kegiatan ekonomi, sungai sebagai sarana transportasi masyarakat. Kalau sungai kita baik seperti dulu. Tentu perekonomian masyarakat akan hidup,” kata Harnojoyo.

Kendati sebagian anak sungai di Palembang sudah berangsur-angsur bersih, tapi, kondisi airnya tidak memungkinkan. Karena hitam pekat seperti limbah serta mengeluarkan bauk yang tidak sedap.

“Kita akan berusaha agar fungsi sungai kembali seperti dulu. Bisa dibuat mandi dan lain sebagainya. Kami sudah membuat rancangan untuk merestorasi sungai. Kita akan mulai dari Sungai Sekanak,” Harnojoyo menyebutkan. (*)