Palembang - Bicara tentang persaingan di dunia pendidikan, banyak cara yang bisa dilakuin. Salah satunya dengan mengikuti Kompetisi Akuntansi dan Seminar Nasional (KAKTUS) 2017 di Gedung Graha Pendidikan Politeknik Sriwijaya Palembang, Selasa (21/3). Kegiatan yang mengusung tema ‘Alternative Economic System as a Support for Nasional Economy’ ini diikuti oleh delapan provinsi, 12 Perguruan Tinggi, dan 24 team.

Melalui kompetisi tahunan ini diharapkan bisa melahirkan anak muda yang handal, cerdas, tentunya perdaya saing.

Terlebih saat ini berada di era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) atau pasar bebas. So, persaingan jadi super ketat, guys. Gak hanya arus deras keluar masuk barang, tetapi juga tenaga kerja, lho.

 “Kegiatan KAKTUS ini adalah salah satu cara untuk membangkitkan dan menghasilkan generasi yang mampu berkompetisi bukan hanya dilingkup lokal atau nasional, ke depan saya menantang untuk ke tingkat internasional. Karena salah satu sasaran kota Palembang menuju Internasional, maka dunia pendidikan tidak hanya sebatas nasional, tetapi juga internasional,” kata Direktur Polteknik Sriwijaya, Ahmad Taqwa, Selasa (21/3).

Menurut Taqwa, kemampuan berkompetisi, bukan hanya kemampuan diraih di kelas atau teori, di studio, di laboratorium atau di bengkel, namun harus mengenal semua kemampuan yang ada, termasuk di dalamnya strategi sesuai sasaran untuk menuju tujuan sesuai dengan visi dan misi.

Oleh karena itu, anak muda tidak cukup berbekal kemampuan yang diraih di bangku sekolah saja, apalagi kalau mau ikut berkompetisi secara global. Paling tidak mahasiswa harus memiliki tiga kemampuan lain, yakni pertama kemampuan berbahasa internasional, kalo bekal bahasa internasional baik, mau ikut kompetisi di mana aja bisa. Kedua, harus didorong dengan teknologi, sebab sekarang teknologi menunjang kerja. Dan terakhir, soft skill, yakni kemampuan melekat di dalam diri, mulai kemampuan kerja, tahan banting, kerja keras, bekerjasama, termasuk didalamnya jiwa kepemimpinan (leardership).

Nah, kalo udah begitu baru namanya kerja cerdas, kerja tuntas, dan tentunya kerja harus ikhlas. WaliKota Palembang, Harnojoyo juga mengatakan, mahasiswa di Kota Palembang harus mampu bersaing hingga ke kancah dunia.

“Kami berharap mahasiswa di Palembang bisa lebih aktif dalam mengikuti kompetisi internasional. Semoga dengan KAKTUS ini menjadikan mahasiswa lebih baik lagi, dan bisa bersaing dalam dunia kerja,” ucap Harno.