Palembang - Meski sejumlah lapak belum terisi penuh. Pasar Talang Kelapa di Kecamatan Alang-Alang Lebar akan segera beroperasi. Pengundian kios dan los akan dilakukan minggu depan. Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda kota Palembang, Dharma Budi menyebutkan kapasitas kios 29, jumlah pendaftar 100 orang. Artinya ada 71 orang yang tidak dapat. Sedangkan untuk kapasitas los kering 36 terisi 35 unit, los basah 58 unit, terisi 24. Jadi, masih tersisa 35 los yang belum terisi.

"Walaupun belum penuh, pasar akan tetap berjalan, sisi 35 los nanti kita tawarkan lagi  dengan 71 orang yang daftar itu, Pedangan Kaki Lima (PKL), atau masyakat di sekitar situ," jelasnya kepada  sejumlah wartawan, Senin (12/03/2017)

Sedangkan, untuk fasilitas pasar, seperti listrik da  air, lanjut Budi akan segera dilengkapi oleh PD Pasar Palembang Jaya.

Dirut PD Pasar Palembang Jaya, Asnawi P Ratu mengatakan, kalau bisa minggu-minggu ini, sebelum pengundian air dan listrik sudah selesai. Rencananya air akan dialirkan oleh PT Adhya Tirta Sriwijaya (ATS).

Terkait hal ini, Asnawi menegaskan  kios atau los yang telah disewa tak boleh kembali disewakan kepada pihak lain.

"Dilarang keras disewakan kembali, kalau ketahuan kita segel," ucapnya.

Disebutkan dia, penentuan harga sewa kios atau los berdasarkan peraturan daerah, dimana fisik bangunan, termasuk luas bangunan menentukan. Namun diperkirakan sekitar Rp7,5 juta per tahun.

"Rp7,5 juta itu untuk pertama saja, tapi masih bisa berkurang, selanjutnya sekitar Rp2 juta sudah termasuk air dan listrik," sebutnya.

Sementara, Kepala Dinas Perdagangan Palembang, Edwin Effendi mengatakan, los basah, tempat jualan ikan, atau daging sepi peminat.  Bisa saja 71 orang yang daftar sebelumnya mendaftar kembali, asalkan barang  dagangan harus disesuaikan.

"Jangan jual klontongan di los basah, itu kan tidak cocok," ucapnya.

Maka, dalam hal ini pihaknya membuka kesempatan selebar-lebarnya untuk masyarakat yang berminat. Tentunya, harus memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku. Adapun syaratnya, yakni pertama, warga Kecamatan Alang-Alang Lebar, kedua, berprofesi sebagai pedagang yang dibuktikan dengan KTP dan KK.

"Harus melengkapi syarat administrasi, berupa foto copy KTP, foto copy KK, mengisi blangko, foto, kalau perlu foto ketika berdagang. Sebab, ada kejadian setelah kita cek ternyata seorang PNS bukan pedagang, ada juga yang suami istri, ketahuan dari KK-nya sama," ungkapnya.