Palembang - Guna mengasah keterampilan menulis, sejumlah siswa di SMP Negeri 12 Palembang mengikuti chouching jurnalis, sekaligus digelar pemilihan guru terfavorit, Jum\'at (10/03/2017) di Jalan Mataram Nomor 243 Kelurahan kemas Rindo Kecamatan Kertapati. Kepala Dinas Pendidikan Palembang, Ahmad Zulinto mengatakan dengan belajar jurnalistik dapat memotivasi menulis, dan mengambangkan karya tulis para siswa dan sisiwi di sekolah.

Menurut dia,  kegiatan positif ini dapat meningkatkan minat baca siswa, sebab menulis dan membaca sangat kaitannya. Penulis yang baik tentunya banyak membaca. Kita ketahui jika membaca sangatlah bermanfaat untuk menambah mengatahuan

"Karena itu saya sangat mengapresiasi kegiatan chouching jurnalis di sekolah-sekolah. Harapan saya kegiatan seperti ini menumbuhkan  budaya literasi di lingkungan sekolah," jelasnya.

Selain itu, dalam upaya menciptakan siswa yang unggul dan berprestasi, Zulinto berpesan terkait beberapa hal, yakni jauhi narkoba,  jangan tawuran, semangat belajar  dan jaga kebersihan.

"Prestasi yes, narkoba no. Nakoba sangatlah berbahaya, jangan pernah coba-coba, kalau sudah terkena narkoba, suramlah masa depan. Kita semua harus mengarahkan anak-anak dalam kegiatan positif, seperti pelatihan jurnalis hari ini. Berkipalah baik dengan teman, jangan sampai terdengar lagi ada tawuran antar pelajar.  Anak-anakku semangat belajar, kejarlah cita-citamu, jadilah anak muda yang berpretasi.  Dan terakhir yang sering diulang-ulang oleh bapak wali kota, jaga kebersihan. Setiap Sabtu bapak wali kota ke sekolah-sekolah untuk operasi semut," ujarnya.

Kepala Sekolah SMP Negeri 12, MGS A Fauzi Amancik, mengatakan pelatihan jurnalistik di sebelumnya sudah dilakukan di SMP Negeri 12 yang masuk dalam kegiatan ektrakurikuler.

"Sudah ada, seminggu sekali untuk pelatihan selama dua jam, ada 30 anak yang ikut eskul jurnalistik ini. Anak-anak diajari tekni wawancara, dan menulis artikel berita, bahkan anak-anak juga diajak berkunjung ke perusahaan media di Palembang," jelasnya

"Kami juga punya majalah dan ikut lomba jurnalistik tingkat nasional. Beritanya seputar berita pendidikan di lingkungan sekolah," imbuhnya.

Sementara untuk pemelihan guru berprestaai, dikatakan Fauzi, saat ini beru dilaksanakan pemilihan guru favorit tingkat sekolah, masing-masing sekolah mengirim 3 guru, kemudian diselaksi kembali di tingkat kota untuk tiga orang guru, dan mungkin hingga ke tingkat selanjutnya.

"Anak-anak memilih para guru, anak bisa memilih mana guru yang profesional, berkompetansi, rajin datau yang menyenangkan. Smua terserah anak-anak yang menentukan," tutupnya.