Palembang - Tim Pengandali Inflasi Daerah (TPID) berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Palembang untuk menekan laju inflasi di Palembang. Dalam hal ini, ditargetkan inflasi maskimal di angka 4 persen plus minus 1 hingga akhir tahun. Hal ini mengemuka dalam rapat koordinasi TPID dengan Organisasi Perangkat Daerah Pemkot Palembang, Kamis (9/3/2017) di Balai Kota Palembang.

Ketua Tim Pengambangan Ekonomi  Kantor Perwakilan 7 Bank Indonesia (BI)  Sumsel Babel, Suti Masniari Nasution mengatakan pada Febriuari 2017 inflasi Palembang di angka 0,009 persen. Sedangkan terhitung dari Januari-Februari sebesar 0,30 persen. Di banding nasional inflasi Palembang lebih rendah  dari nasional, yakni 0,23 persen.

"Rata-rata inflasi kita selalu di bawah nasional, tapi yang terpenting bagaimana kita mempertahankan. Karena itu kita selalu intensif berkoordinasi dengan OPD-OPD terkait,"  jelasnya.

Dalam hal ini, terdapat beberapa komiditi makanan penyumbang inflasi terbesar, yakni beras, daging ayam buras, minyak  goreng  cabai merah, dan bawang merah. Terkait ini, banyak faktor yang mempengaruhi, diantaranya pasokan, cuaca, dan rantai distribusi.

"Dalam rapat TPID bebrapa waktu lalu di provinsi, kami melibatkan BMKG dan  Dinas Pertanian. BMKG bisa memberitahu bagaimana kondisi cuaca, kemudian Dinar Pertanian membuat kalender agar suplai tetap tergaja. Dinas Pertanian bisa mengarahkan kelompok tani/petani untuk menanam sesuai dengan kalender pangan," ulasnya.

Selain itu, BI bekerjasam dengan gapoktan dan peterñak untuk membentuk klaster-klaster, seperti klaster bawang merah, cabai, dan padi. Untuk pertenakan BI, sedang berkoordinasi dengan koperasi peternak ayam.

"Untuk perternakan belum, ini sedang proses. Untuk bawang merah kami bekerja sama dengan SMK pertanian di Sumbawa, karena Bawang merah bisanya terkendala dengan bibit," jelasnya.

Dikatakan juga, TPID selalu mengantisipasi lebih  awal terhadap laju inflasi atau early warning system. Seperti saat harga cabai melambing tinggi di Januari lalu, TPID bergerak cepat mengelar operasi pasar di beberapa pasar tradisonal di Palembang.

"Cabai mahal, kami langsung mengadakan operasi pasar di pasar Cinde, pasar sekip, pasar KM 5 atau pasar lainnya. Begitu ada operasi pasar, langsung terasa penjual cabai di pasar pu menurunkan harga cabai, karena kami menjual jauh lebih murah," ungkapnya.

Sekertaris Daerah Pemerintah Kota Palembang, Harobbin Mustafa, mengatakan hari ini Tim TPID berkoordinasi dengan instansi terkait, membahas inflasi dan pertumbuhan ekonomi Palembang. Tim TPID ini teebentuk sejak 2015 lalu.

"Tidak bisa pertumbuhan ekonomi tinggi, dan inflasi tinggi, harus seimbang. Karena itu kita pengendalian inflasi,"  pungkasnya. (*)