Palembang - Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda memberikan arahan positif kepada para pelajar. Ia juga mewanti-wanti betul pelajar untuk tidak terlibat tawuran dan narkoba. “Narkoba itu merusak. Saya ingatkan pelajar untuk tidak mencoba-coba narkoba barang haram ini. Tawuran itu juga merusak. Jangan tawuran anak-anakku,” ujar Fitrianti, di SMP Negeri 22 Palembang, Rabu (8/3/2017).

Fitrianti ada di SMP 22 untuk menghadiri pemilihan Guru Favorit dan Coaching Clininic Jurnalistik Pelajar. Acara ini kerja sama Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Pendidikan dengan Harian Sumatera Ekspress.

Fitrianti juga berpesan kepada pelajar untuk menghormati dan sayang kepada guru. “Jangan melawan guru. Guru itu besar jasanya. Ini pesan saya kepada anak-anakku. Orang-orang hebat, sukses yang di belakang saya, mereka semua hormat dan cinta kepada guru,” ujar Fitrianti.

Disamping itu duduk pula sejumlah pejabat Pemkot Palembang. Antara lain, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kota Palembang Ratu Dewa, Kepala Bagian Humas Setda Palembang Rudiantoro, Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Subari, dan pejabat lainnya.

Hadir pula General Manager Harian Sumeks H Mahmud, Pemimpin Redaksi Hj Nurseri Marwah, para redaktur harian itu.

Wawako Fitrianti mengapresiasi pemilihan guru favorit di SMP Negeri 22. “Silahkan anak-anakku pilih guru favorit kalian. Tapi, saya ingatkan, semua guru itu sama baiknya.”

Wanita berjilbab ini juga meminta pelajar untuk memanfaatkan kesempatan mengikuti coaching clinic jurnalistik yang dibimbing jurnalis Harian Sumeks.

Di tempat yang sama, Wawako Fitrianti melantik pengurus Gerakan Hebat Anti Narkoba (Gerhana) SMP Negeri 22 Palembang.

Sementara itu, dari laporan panita pelaksana, ada sejumlah kriteria pemilihan guru favorit. Antara lain, disiplin tinggi, rajin, berperilaku baik, serta profesional dalam bertugas.

Pemenang Guru Favorit akan mewakili sekolah dalam pemilihan guru favorit tingkat Palembang. Guru favorit akan mendapat hadiah berupa trofi dan tur edukasi ke luar negeri.

Adapun pemenang coaching clinic jurnalistik, selain dapat piagam dan trofi, juga diajak berkunjung ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Jakarta.

General Manager Harian Sumeks, H Mahmud, mengatakan, lomba pemilihan guru favorit  ini untuk mengajak siswa memberikan apresiasi kepada guru. Adapun coaching clinic dimaksud agar pelajar terbiasa menuangkan ide dan gagasan melalui tulisan secara runut, enak dibaca dan berdasarkan fakta. (*)