Palembang - Kota Palembang berkontribusi besar dalam penerimaan pajak di Kantor Wilayah Direktorat Jendral Pajak (DJP) Sumsel Babel. Tercacat lebih dari setengah penerimaan pajak disumbang dari wajib pajak (WP) di Kota Palembang. Dikatakan oleh Kepala Direktorat Jendral Pajak Kantor Wilayah Sumsel Babel, M Ismiransyah M Zain, “Dari target pajak Rp15,9 trilyun tercapai 12 persen, dan pencapaian 12 persen lebih dari 50 persen berasal dari Kota Palembang “.Jelasnya

Usai acara Pengukuhan SPT Tahunan PPh Orang Pribadi dan Penghargaan Wajib Pajak Besar oleh Gubernur Sumsel di lantai Kantor Wilayah Direktorat Jendral Pajak Sumsel Babel Jalan Tasik Kambang Iwak, Senin (06/03/2017).

Adapun 20 besar penerima penghargaan  pajak, meliputi PT Pamapersada Nusantara, PT Wana Karya Mulia Kahuripan, PT Sriwijaya Alam Segar, OKI Pulm & Peper Miils, CV Tiga Pilar Anugrah, PT Cakra Indo Pratama, Telaga Hikmah, Sri Terang  Lingga Indonesia, PT Praja Mandiri, PT Bukit Asam (Persero) Tbk, Bank Sumsel Babel, Pertamina, Evy Agoes/DP Sumbee Rezeki, Simon Wangdram Robby Hartobo, Chandra Antonio, Affandi Udji, Tjipto Kunawan Lawa, Soleh H M Kms, dan Sukartinah.

Sebut dia,  20 ajib pajak (WP) yang mendapat penghargaan hari ini, merupakan WP yang membayar pajak dengan jumlah paling besar. Karena itu, peroses pemilihan dilakukan berdasarkan data dari Kantor  Pelayanan Pajak (KPP) seluruh wilayah Sumsel dan Babel, yakni 10 KPP di Sumsel, dan 3 KPP di Babel.

"KPP Lahat, Baturaja, Kayu Agung, Lubuk Linggau dan Prabumulih masing-masing satu WP, KPP Pratama Palembang masing-masing 2 WP, dan 5 WP dari orang pribadi," sebutnya.

"Palembang berpotensi besar, berapa  kami yang tidak kita tahu. Mari sama-sama kita cari, yang pasti ada potensi itu," imbuhnya.

Terkait hal ini, terdapat 900 ribu WP (badan hukum dan orang pribadi) di Sumsel Babel. Namun, angka tersebut tentu mengalami perubahan mengungat adanya WP yang tidak aktif lagi.

Sedangkan, prihal tax amnesty yang diprogramkan secara nasional. Hingga DJP Sumsel belum mencapai mencapai Rp1 trilyun. Pada priode pertama, dari target Rp6000 milyar tercapai Rp795 milyar, priode kedua, dari target Rp200 milyar tercapai Rp143 milyar, dan priode trakhir baru tercapai Rp26 milyar dari target 100 milyar.

"Seharusnya Sumsel dan Babel bisa mencapai Rp1 trilyun, kalau priode terakhir lebih kecil karena dari 2 persen  3 persen dan 5 persen , tentu kebanyak WP pilih 2 persen, kamanya mereka sudah pada banyar di priode awal. Sedangkan UMKM 1/2 persen terus dari priode pertama, kita kejar ini walau kecil. Kita juga sudah door to door temen-teman semua tahu kan," jelasnya.

Meskipun demikian, pihaknya tetap optimis, mengingat beratnya sanksi bagi WP yang tidak bayar pajak. "Penerimaan pajak kita masih 75 persen di bawah nasional di angka 83 persen, tapi masih bisa dikejar  kalau ada yang lupa-lupa lapor, saya ingatkan kalau ada  yang punya harta lebih tidak ikut tax amnesty, sedih sekali.

Kalau ikut tax amnesty hanya bayar 5 persen, kalau tidak kena 30 persen, sanksi denda 48 persen. Kami terus cari datanya. Sekarang sudah gampang bayar pajak bisa di rumah atau di mana saja, pakai e-filling, dari manual pindah ke sistem online. Target 200 ribu WP untuk e-filling," pungkasnya.

Gubernur Sumsel, Alex Noerdin mengatakan luar bisa kita berikan penghargaan kepada wajib pajak tahunan perorangan dan badan ada 20 orang. Alhamdulillah tax amtesty nilainya cukup besar  hampir tembus Rp1 T, mudah-mudah bisa memcapai.

"Kita trus dorong, seluruh warga Sumsel, pejabat,  PNS, BUMN, BUMD, swasta untuk bayar pajak. Kita ingatkan mereka terus," tutupnya.