Palembang - Wali Kota Palembang, Fitrianti Agustinda meresmikan relokasi Relokasi Kantor BJB Cabang Palembang dari Jalan Sudirman, KM 3,5 ke Jalan HM Rasyid Nawawi, Jam\'at (03/03/2017). Dalam kesempatan itu, dibahas pula tentang rencana kerjasama antara Pemerintah kota Palembang dan Bank BSB. Firtianti Agustinda berharap dengan kehadiran Bank BJB diharapkan dapat memberikan kontribusi yang lebih baik untuk mendukung perekonomian guna mensejahterakan masyarakat Kota Palembang.

Turut hadir juga dalam acara tersebut Direktur  Utama Bank BJB, Ahmad Irfan, Kepala Otoritas Jasa Keuangan ( OJK) Kantor Regional 7 Sumsel, Panca Hadi Suryanto, Kepala Kantor Perwakilan 7 Bank Indonesia, Rudi Khairudin, Wakil Wali Kota Palembang, Fitrianti Agustinda, Sekertaris Daerah Pemerintah Kota Palembang, Harobin Mustofa, dan pejabat daerah lainnya.

"Tadi kita sudah bicarakan dengan Direktur Utama Bank BJB, Ahmad Irfan, bagaimana antara Pemerintah Kota Palembang dengan Bank BJB bekerjasama. Kita bisa bersinergi. Banyak hal bisa kita lakukan, seperti CSR. Namun apapun program ke depan kami mendukung," ucapnya.

Dikatakan juga, dengan relokasi kantor Bank Sumsel cabang Palembang dapat meningkatkan pelayanan kepada nasabah.  "Selamat dengan kantor baru semoga lebih baik lagi, dan lebih semangat bekerja," ucapnya.

Senada, Direktur Utama Bank BJB, Irfan Bank BJB mengatakan Bank BJB dengan Pemerintah Pelembang akan besenergi, apa yang akan digarap? Kita lihat peluang, sehingga CSR benar-benar-benar berdampak dengan  Palembang.

Menurutnya, Palembang memiliki potensi yang besar di sektor perdagangan. Terkait hal ini, pihaknya terus berekpansi ke seluruh Indonesia teemasuk Palemabang. "Kita terus meningkatkan kredit dan transaksi perbankan. Di Sumsel kita sedang menjajaki tiga tempat, yakni daerah Kenten, Pasar 16 dan Indralaya," jelasnya.

Disebutkan dia, pencapaian Bank BJB 2016 lalu, dengan hasil yang positif setelah berhasil membukukan laba bersih tumbuh 14, 4 persen year on year. Faktor utama penyumbang laba bersih berasal dari pendapatan bunga bersih yang tumbuh sebesar 23, 4 persen. Pada akhir tahun 2016 Bank BJB berhasil menurunkan rasio kredit bermasalah (NPL) sebesar 1,16 persen menjadi Rp44,2 trilyun.

Sedangkan dana terjaga dilevel 4,9 persen sehingga net interest margin (NIM) dapat mencapai 7,4 persen dan dari sisi permodalan saat ini rasio kecukupan modal (CAR) menjadi sebesar 18,4 persen.

" Fakta ini memberikan peluang untul berekspansi ke masa depan. Dan kantor baru ini berlokasi strategis di area bisnis, selain sebagai meningkatan layanan untuk mempermudah nasabah untuk melakukan transaksi. Kami berharap dpat memberi kontribusi yang lebih," tutupnya.