Palembang - Peringatan HUT Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) ke 16 di Kambang Iwak, Minggu, (26/02/20117) berjalan meriah. Dalam moment berharga itu BPOM mengajak masyarakat untuk cerdas dalam membeli. Adapun yang gelar dalam acara tersebut meliputi, senam bersama, donor darah, cek kesehatan dan minum jamu bersama. Sebelumnya diadakan juga pertandingan olah raga internal antar pagawai PBOM.

Ketua BPOM Palembang, Drs. Arnold Sianipar, mengatakan  sebelum mengkonsumsi obat dan makanan masyarakat harus memastikan obat atau makanan yang beli itu anam dengan rumusan cek KLIK, yakni lihat   kemasan, lebel, izin edar dan tanggal kadaluwarsa. Kalau kemasan rusak,  cacat, kempot, mengembung jangan dibeli, baca lebel dalam produk, karena ada juga perusahaan yang tidak jujur memberi informasi tentang produk, lihat apakah ada izin dari BPOM, dan jangan lupa cek tanggal kadaluwarsa. Ini semua sangat penting.

Diterangkan dia, BPOM bekerja berdasarkan 3 pilar, yaitu pertama, pre market control, dimana BPOM mengontrol obat dan makanan sebelum beredar di pasaran.  PBOM yang mengeluarkan izin untuk makanan yang layak edar. Kedua, post market control adalah PBOM turun ke lapangan mengecek makanan yang beredar. Ketiga, komunikasi dan edukasi kepada masyarakat.

Sedangkan untuk komunikasi dan edukasi, sambung Arnold, bahwa dalam pihaknya harus membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat.  Salah salah satu cara komunikasi yang dilakukan melalui sosialisasi kepada masyarakat dan menciptakan tagline yang berisi kalimat persuasi, contoh Ayo sadar makanan dan obat aman, atau cek KLIK.

Sementara terkait temuan gula aren yang mengandung diterjen di Lubuk Linggau, diakunya itu adalah hasil kerja rekan BPOM di lapangan.

"Iya, itu hasil kerja kami. Tetapi penarikan peredaran obat dan makanan bukan kami, melainkan dinas perdagangan. Di sini kebetulan kami memiliki laboratorium sendiri. Setiap makanan dan obat bisa dicek di laboratorium kami," ujarnya.

Sedana, Kabid Perlindungan konsumen Dinas Perdagangan Sumsel, Yustianus mengatakan, sebelum membeli masyatakat harus teliti. Dengan demikian jadilah pembeli cerdas, yang  membeli sesuai dengan kebutuhan dan perhatikan kondisi barang dengan melihat kemasan dan informasi yang ada di dalamnya.

"Kami dari perlindungan konsumen menerima keluhan konsumen, baik konsumen listrik, elektronik, properti, makanan, minuman, dll.  April merupakan bulan perlindungan konsumen, akan tetapi kapan saja konsumen bisa datang  mengadu, kalau merasa ada yang dirugikan atas barang/jasa yang dibeli dari produsen/pelaku usaha," paparnya.

Wakil Wali Kota Palembang, Fitrianti Agustinda mengatakan usia 16 tahun bukan usia muda, dengan itu kami berharap BPOM untuk selalu mengawasi dan memberikan informasi terkait makanan yang beredar di masyarakat. Terlebih tidak lama lagi akan ada Asian Games, mohon kerjasamanya agar berjalan lancar.
"Jayalah BOPM, berikan yang terbaik, agar tercipta masyarakat Palembang sehat dan cerdas," ungkapnya.