Palembang - Raut bahagia yang terlihat dari wajah Wali Kota Palembang yang sedang asik memainkan mainan tradisional. Ia berjalan pelan di rerumputan, tanpa sandal, tapi teratur dan mantap. Di kakinya ia mengenakan terompah kayu yang panjangnya sekira 40 meter. Harnojoyo memegang erat tangan seorang pelajar SD. Di belakang pelajar itu, ada dua orang lagi. Tangan pelajar pertama juga dipegang teman belakangnya. Begitu seterusnya.

Di belakang “tim” Harnojoyo, ada pula tim lain yang dipimpin Kepala Dinas Kebudayaan Sudirman Tegoeh, juga tim yang dikomandoi Sulaiman Amin, Asisten I Setda Kota Palembang.

Setelah beberapa langkah, akhirnya “tim” Harnojoyo tiba di garis finish.

Begitulah sekelumit suasana pembukaan permainan tradisional, yang dibuka langsung Wali Kota Palembang Harnojoyo di Lapangan Sepak Bola Universitas Sriwijaya, di Bukit Besar, Palembang, Sabtu (25/2/2017).

Permainan tradisional seperti ini kini banyak dilupakan anak-anak. Seiring pesatnya perkembangan teknologi, permainan tradisional ini menghilang.

Ia menjelaskan, permainan tradisional anak, misalnya pada permainan terompah panjang,  secara tidak langsung mengajarkan kerja sama tim. “Harus kompak. Komandonya sama.”

Ketua Pelaksana Lomba Permainan Tradisonal, Desi Handayani, mengatakan, lomba ini di ikuti 454 anak dari 23 SD/MI di Palembang.

Ia berharap permainan tradisional ini dapat hidup dan berkembang lagi di Palembang, terutama untuk anak. Karena manfaatnya sangat positif.

“ dengan permainan tradisional bisa lebih mengembangkan motorik anak ketimbang gadget dan game online ,” ujar Desi. (*)