Palembang - Sastra itu bisa jadi sarana promosi wisata. Hal ini dikatakan Ketua Dewan Kesenian Palembang (DKP), Vebri Al-Lintani, dalam penutupan Kelompok Cinta Menulis (KCM) IX Forum Lingkar Pena (FLP) di Jalan Seruni, Minggu (19/2/2017). Menurut Vebri, bahasa sastra merupakan ilmu komunikasi yang terbaik. Sastra itu lintas etnis dan lintas waktu. Seperti legenda Pulau Kemaro tentang kisah percintaan Tan Bun An dan Siti Fatimah adalah karya sastra belaka, namun banyak orang yang percaya dengan cerita ini.

“Andrea Hirata salah satu penulis yang sukses  memperkenalkan daerahnya. Bahkan Dinas Pariwisata Bangka Belitung yang sudah bertahun-tahun mempromosikan kalah dengan cara Andrea Hirata melalui Novel Laskar Pelangi yang fenomenal,” kata Vebri.

“Seni dan budaya adalah potensi yang dapat dikembangkan untuk kekhasan itu (indentitas),” Vebri menyebutkan.

“Rejung atau guritan merupakan contoh sastra lisan atau tutur. Atau kebiasaan orang lama mendongeng  itu juga sarat akan pesan moral,” ujar Vebri.

“Gebyar Ekpresi adalah agenda untuk mencari bibit seniman di Palembang. Adapun kegiatan yang diadakan, yakni perlombaan puisi, mengambar, melukis, dll. Seminggu yang lalu kita lakukan di kecamatan Ilir Barat, untuk berikutnya di Kecamatan Gandus. Gebyar Ekpresi ini merebutkan hadiah Wali Kota,” Vebri menerangkan.

“Marilah teman-teman kita terus berkarya, tetapi bukan hanya menulis, melainkan menulis dengan penuh tanggung jawab. Bekerjalah untuk keabadian,” kata Ida. (*)