Palembang - Daerah di bantaran Sungai Musi Palembang akan dibangun WC komunal, melalui program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku). Program ini merupakan program nasional yang diinisiasi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, untuk mengurangi luasan permukiman kumuh. Program Kotaku sendiri menitikberatkan pada pembenahan infrastruktur. Sesuai target dari RPJMD Nasional, program Kotaku diharapkan mampu mengurangi pemukiman kumuh hingga di angka 0 persen tahun 2019 mendatang.

Koordinator program Kotaku, Ahmad Yudi, mengatakan, ada tujuh indikator dalam program ini. Yakni jalan, drainase, sanitasi (MCK), air bersih, pengelolaan persampahan, dan limbah,  pengamanan kebakaran, dan ruang terbuka hijau.

Yudi menerangkan, WC komunal adalah WC dengan septic tank komunal atau septic tank yang didesain dengan
dihubungkan pipa-pipa agar bisa digunakan di banyak rumah.

Acara ini sendiri, kata Yudi, untuk mendengarkan aspirasi dan kebutuhan masyarakat terkait program yang digulirkan Kementerian Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat.

“Karena ini kaitannya dengan konsulitasi, maka seluruh apa yang akan dikerjakan harus kita konsultasikan dengan masyarakat,” kata Yudi.

“Dalam kesempatan ini, kita menyerahkan sepenuhnya apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Tetapi tetap dalam pengawasan dari birokrasi.”

“Setelah kami teliti penyebab lingkungan kumuh adalah sampah. Saat dilihat di bawah rumah mereka banyak sampah tertumpuk.”

Kawasan kumuh biasanya identik dengan permukiman padat penduduk yang rawan kebakaran. Apalagi mayoritas rumah warga terbuat dari kayu. Karena itu, program Kotaku juga akan menyediakan fasilitas pengamanan kebakaran.

Ia mengatakan, saat ini ada 15 kelurahan di Palembang yang masuk dalam program Kotaku. Di mana, masing-masing kelurahan akan dianggarkan dana sebesar Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar. (*)