Palembang - Bantuan bus dari Kementerian Perhubungan untuk Kota Palembang total ada 39 bus dari 40 bus yang direncanakan. “Satu bus dibatalkan untuk Palembang, karena harus dikirim ke Bangka Belitung,” ujar Direktur Utama PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J), Ahmad Nopan, Jumat (6/1/2017). Sebelumnya, Nopan menyebutkan bahwa Kementerian Perhubungan akan memberikan 40 bus untuk Palembang angkutan Transmusi.

Dengan penambahan 39 bus, total ada 230 bus Transmusi yang dimiliki PT SP2J. Jumlah itu bisa untuk melayani masyarakat, juga menyambut Asian Games 2018 di mana Palembang jadi tuan rumah.

“Apalagi Transmusi akan terintegrasi dengan LRT. Kita harapkan bisa menjadi transportasi publik yang potensial dan membantu masyarakat,” kata Nopan.

Direktur Operasional PT SP2J Kota Palembang, Antoni Rais, mengatakan, pihaknya sangat bersyukur karena bus dikirim langsung oleh Kemenhub, sehingga pihaknya tidak lagi mengeluarkan biaya tranportasi.

Antoni menerangkan, SP2J sendiri merencanakan akan melaunching ke 39 bus ini pada Januari 2017 mendatang.

Setelah launching maka bus sudah dapat beroperasi guna memberikan pelayanan kepada publik, sedangkan bus lama yang sudah berumur 5-7 tahun akan dilelang.

Ia mengatakan, penambahan bus tersebut untuk regenerasi bus Transmusi, selain tentu saja untuk meningkatkan pelayanan transportasi bagi warga Palembang.

Antoni menyebutkan, setelah bus semuanya diterima, pihaknya akan mengecek semua kelengkapan kendaraan. Termasuk pengurusan izin operasional, membuat nomor plat, dan izin kir.

“Paling tidak butuh waktu satu bulan, baru beroperasi.”

Kendati puluhan bahkan ratusan Transmusi akan beroperasi, Antoni mengatakan belum bisa memastikan soal penambahan trayek baru. Untuk sementara pihaknya fokus ke peremajaan bus dan halte.

“Terutama di tempat ramai. Seperti di titik-titik transit dan peralihan lalu lintas, misalnya di simpang Soekarno Hatta,” ujar Antoni. (*)