Palembang - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Madiun, Provinsi Jawa Timur, akan menjadikan Kota Palembang sebagai referensi dalam sistem tata kelola pemerintahan. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Komisi II DPRD Kota Madiun, H Ngedi Trisno Yhusianto, di Balai Kota Palembang, Rabu (8/2/2017). Dikatakan Ngedi, Palembang merupakan kota besar yang memiliki tata kelola pemerintahan sangat baik untuk ditiru, terutama pengelolaan keuangan.

“Selama dua hari kami melakukan kunjungan kerja, kemarin ke Ogan Ilir, dan hari ini ke Palembang. Kami mendapat referensi dari Kementerian Dalam Negeri kalau Palembang itu bagus,” ujar Ngedi.


“Sistem pengelolaan keuangan baik, sudah berbasis teknologi. Bahkan sudah ada sistem pengelolaan rumah sakit online. Di Madiun belum ada, ini jadi oleh-oleh yang akan kita terapkan di Madiun,” Ngedi melanjutkan.


Dalam waktu dekat, kata Ngedi, Pemkot Madiun akan mengirim kembali perwakilannya untuk menimba ilmu di Palembang.


"Minggu berikutnya SKPD-SKPD yang terkait  gantian ke sini untuk belajar.”


Staf Ahli Wali Kota Palembang Bidang Keuangan, Pendapatan Daerah, Hukum dan HAM, Ana Heryana, mengatakan, seluruh SKPD di Kota Palembang sudah bersentuhan dengan teknologi.


“Contohnya, Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) membuat jadwal laporan secara online. Setiap hari Senin, mereka mengevaluasi, apa yang menjadi kendala, siapa-siapa saja yang sulit bayar. Mereka pun bekerja sama dengan SKPD-SKPD,” Ana menerangkan.


Di Palembang juga memiliki sistem Rumah Sakit online, sistem ini tentu lebih efektif. Sedangkan sektor lain, seperti Pertanian dan UMKM, pemerintah Palembang melalui dinas -dinas terkait memberikan ruang gerak untuk mereka bisa maju.


"Kita dampingi mereka. Setiap ada event atau kegiatan yang melibatkan masyarakat banyak,  hasil pertanian dan UMKM kita pamerkan. Kita terus menyosialisasikan, yang terpenting di sini adalah komunikasi," kata Ana. (*)