Palembang - Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perindustrian, bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) akan menjadikan kawasan Tuan Kentang, Kecamatan Seberang Ulu 1 Palembang, sebagai kampung kain. “Gedung untuk galerinya sudah disiapkan. BI juga membantu Rp 2,4 miliar,” ujar Kepala Dinas Perindustrian Kota Palembang, Masripin Thoyib, Selasa (7/2/2017).

Pemkot-BI juga membina 20 industri kecil dan menengah (IKM) kain tradisional melalui pelatihan peningkatan kualitas produk.

Masripin mengatakan, Palembang akan menjadi tuan rumah Asian Games 2018. Adanya Kampung Kain tentu akan menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara. Ini tentu saja akan berdampak pada perekonomian masyarakat.

Di Kampung Kain, pengunjung akan menjumpai sejumlah songket khas Palembang, semisal jumputan, blongsong, maupun kain tanjung.

Pemkot juga akan merangkul IKM di Palembang yang saat ini terdata sebanyak 2.800 IKM formal dan 800 non formal. Mereka bergerak di macam-macam usaha. Mulai dari kerajinan, sandang, pangan hingga kuliner.

“Tidak lama lagi Palembang menjadi tuan rumah Asian Games,. Produk-produk IKM kita pasti banyak yang menginginkan, semisal suvenir atau makanan. Saat ini memang belum ada produk yang kami siapkan secara khusus untuk Asian Games, namun IKM kita kreatif-kreatif. Tentu mereka sudah memikirkan inovasi yang tepat untuk Asian Games 2018,” kata Masripin.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumsel, Hamid Ponco Wibowo, mengatakan ,Pemkot Palembang dan BI bercita-cita kawasan Tuan Kentang menjadi kampung kain sebagai daerah tujuan wisata.

“Sekarang kami lagi fokus pembinaan, penguatan kelembagaan dan peningkatan mutu kain. Untuk pemasaran jadi target berikutnya, setelah galeri beroperasi. Insya Allah segera,” ujar Hamid. (*)