Palembang - Jajaran Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, Provinsi Sumatera Barat, berkunjung ke Pemerintah Kota Palembang, Kamis (2/2/2017). Rombongan dipimpin langsung Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan. Mereka disambut Sekretaris Daerah Kota Palembang Harobin Mastofa dan jajaran Pemkot Palembang di ruang Parameswara.

Bupati Dharmasraya, Sutan Riska, mengatakan, kunjungannya ke Palembang untuk belajar sejumlah hal.

Antara lain, strategi pengembangan industri kerajinan, industri pangan, kuliner dan pengembangan potensi wisata. Pemkab Dharmasraya juga ingin mengetahui pengawasan dari Pemkot Palembang terhadap produk makanan halal dan tidak halal, serta pengawasan terhadap penggunaan zat pengawet dalam makanan.

"Palembang sudah berkembang dan maju. Jadi, sebagai kabupaten baru kami ingin belajar," ujar Sutan, bupati termuda di Indonesia (terpilih jadi bupati di usia 26 tahun pada 2016) ini.

Sutan menjelaskan, ia ingin mengembangkan potensi pariwisata untuk menambah pendapatan asli daerah.

“Di Palembang marak pedagang kuliner di malam hari. Nah, kami juga ada pedagang di malam hari yakni pecel lele dan gorengan. Apakah para pedagang seperti ini memberikan kontribusi untuk PAD? Selain itu juga apakah ada regulasi yang mengatur pedagang seperti ini?" kata Sutan.

Sekretaris Daerah Kota Palembang Harobin Mastofa menyambut positif kunjungan Bupati Dharmasraya dan jajaran.

"Kita saling belajar. Apalagi kita sama-sama kebudayaan melayu. Kita bisa bekerja sama,  semisal tari-tarian, budaya gotong royong atau adat istiadat lain. Kami dari Pemkot Palembang menyambut baik kunjungan ini," ujar Harobin.

Diakui Harobin, Kabupaten Dharmasraya memiliki banyak potensi yang tidak dimiliki Kota Palembang. Mereka memiliki hutan luas yang masih perawan, persawahan dan  dianugrahi alam  yang  cantik. Sedangkan Palembang adalah kota wisata sejarah, olah raga dan kuliner.  Akan tetapi, dari sisi kebudayaan sedikit banyak ada kesamaan.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang, Isnaini Madani, menerangkan, untuk memajukan potansi wisata, pihaknya merangkul stakeholder terkait.

Misalnya, secara rutin mempertemukan Wali Kota atau Wakil Wali Kota Palembang dengan pelaku wisata, baik Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA), Asosiasi Perusahaan Jasa Boga Indonesia (APJI) dan pihak Air lines untuk menampung ide-ide mereka. Pertemuan itu dikemas dalam kegiatan Coffe Morning.

"Alhamdulillah, mereka sambut baik. Kami juga lakukan Focus Group Discussion (FGD) dengan mereka pada awal pembentukan program. Kami juga menawarkan paket-paket wisata menarik yang melibatkan mereka, para pelaku pariwisata," ujar Isnaini.

Untuk pengembangan pariwisata, Isnaini melanjutkan, Palembang sedang menggalakan restorasi Sungai Sekanak untuk menarik wisatawan.

"Apalagi Nanti Palembang akan jadi tuan rumah Asian Games 2018. Tentunya akan banyak daya tarik dari Sungai Sekanak setelah direstorasi.”

Terkait pengawasan terhadap makanan halal dan penggunaan zat pengawet pada makanan yang dapat membahayakan masyarakat, Sekda Palembang Harobin mengatakan, pemerintah kota secara intens melakukan inspeksi mendadak.

Pemkot Palembang juga menghidupkan kawasan Sudirman dengan mempercantik trotoar, mengecat bangunan toko dan menambah lampu hias, sehingga jalan protokol itu terang benderang.

Untuk pedagang di malam hari, Sekda mengatakan belum ada payung hukum yang dibuat Pemkot Palembang.

“Ke depan aturan itu akan kita buat.” (*)