Palembang - Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) setelah mengetehaui bahwa ada bioskop yang studionya seperti springbed. Studio yang diketahui memiliki sekat khusus seperti kamar ini terletak paling ujung dengan nomor 6. Setelah memasuki studio tersebut Wawako dan rombongan dibuat terperangah saat melihat konsep tempat duduk yang berbeda dengan bioskop pada umumnya.

 “Saya minta penjelasan Pak. Kenapa konsepnya seperti ini. Kalau seperti ini bukannya mau nonton, tapi bisa mendorong digunakan untuk hal yang tidak kita inginkan,” kata Fitrianti kepada penanggung Jawab Bioskop tersebut.

Pria berkemeja putih lengan panjang dan celana dasar hitam itu lantas mengatakan, konsep ini sengaja dibuat untuk menciptakan rasa nyaman dan santai kepada pengunjung saat menonton bioskop, sama seperti mereka menonton di rumah.

Tapi, Fitrianti menukas, “Apakah Bapak bisa meyakinkan yang menonton di sini semuanya pasangan suami istri? Bagaimana kalau muda mudi yang menonton. Apa mungkin mereka akan nonton kita tanya surat nikahnya?”

Fitrianti melanjutkan, “Saya instruksikan tempat ini tutup dulu. Khusus tempat ini. Saya tidak mau tahu. Mulai hari ini studio ini ditutup untuk sementara, sebelum mengubah konsep tempat duduknya. Kalau masih dibuka sembunyi-sembunyi, kita akan cabut izinnya,” Fitrianti menegaskan.

Sementara itu, pengelola bioskop CGV, Edi mengatakan, jika apa yang ada di dalam studio 6 tersebut, sudah sesuai ijin yang diajukan kepada Pemkot Palembang.

Tidak ada persoalan sama sekali saat Wawako Fitrianti, didampingi Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Palembang Saim Marhaddan, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Palembang Alex Ferdinandus, dan sejumlah pejabat Pemkot Palembang, memeriksa satu per satu studio di bioskop yang punya jaringan di 15 kota di Indonesia ini.

Masalah baru ditemukan saat Fitrianti dan rombongan masuk ke Studio 6, yang merupakan kelas Very Important Person (VIP), dan letaknya paling sudut di Bioskop CGV.

Persoalannya, itu tadi. Tempat duduknya beda dari studio-studio yang sudah diperiksa. Di Studio 6 tak tersedia kursi lazimnya kursi bioskop.

 “Studio satu ini berbeda dengan yang lain, pakai kasur segala, ada apa ini. Studio lain normal-normal saja, tidak seperti ini,” ujar Fitrianti.

Ia segera memanggil pihak manajemen bioskop. Percakapan berikutnya seperti bagian awal tulisan ini.

“Kalau seperti ini bukan mau nonton, tapi berbuat lebih jauh, yang tidak diinginkan,” ujar Fitrianti pula.

Terkait inspeksi mendadak yang dilakukan Pemerintah Kota Palembang, pengelola bioskop CGV, Edi, angkat bicara.

Edi mengatakan, jika apa yang ada di dalam studio 6 tersebut, sudah sesuai izin yang diajukan ke Pemkot Palembang.

“Sebenarnya kecil kemungkinan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Di studio ini selalu kita awasi. Selain itu, di dalam ruangan studio pun tersedia CCTV. Jika memang ada hal-hal yang tidak diinginkan pasti ketahuan, dan CCTV kami boleh diperiksa,” katanya, saat dikonfirmasi, Rabu (1/2/2017).

Meski begitu, pihaknya tetap mematuhi instruksi Pemkot Palembang melalui Wawako Fitrianti Agustinda agar Studio 6 ditutup sementara.

Edi mengatakan juga, konsep studio bioskop velvet seperti Studio 6, ini juga diterapkan di kota-kota besar di Indonesia.

“Inikan bukan yang pertama. Konsepnya kita ingin menciptakan rasa nyaman dan santai kepada pengunjung saat menonton bioskop, sama seperti mereka menonton di rumah. Kalau di kota lain, untuk sekarang ini tidak ada masalah,” ujarnya.

"Kita ajukan dulu ke pusat. Karena studio dengan konsep seperti ini kan sudah ada tujuh studio di Indonesia. Namun intinya, kita menuruti apa yang diintruksikan Pemkot Palembang, karena hal-hal seperti ini memang mewenang mereka, "katanya.

Disinggung mengenai perubahan konsep tempat duduk di Studio 6, Edi mengaku belum bisa berbicara banyak. Soal ini mesti dilaporkan dulu ke kantor pusat di Jakarta..

Bioskop ini dibuka sejak beberapa waktu yang lalu Di mana, untuk harga tiket di hari Senin-Kamis Rp 100 ribu/bed untuk dua orang, Hari Jumat seharga Rp 120 ribu, dan Sabtu-Minggu tiket dipatok Rp 180 ribu. (*)