Palembang - Prestasi anak sangat dipengaruhi oleh guru. Pernyataan ini diungkapkan Kepala Seksi Kurikulum SMP Dinas Pendidikan Kota Palembang, Hamsir di ruang kerjanya, Rabu (01/2/2017). Hamsir mengatakan, penelitian Profesor Jhon Hattie dari Universitas Auckland, Selandia Baru, menyebutkan ada faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi siswa.

“Yakni 49 persen dari diri siswa itu sendiri, 30 persen dari guru, 7 persen dari sekolah, 7 persen dari rumah, dan 7 persen dari teman. ” ujar Hamsir.

Jadi, guru adalah faktor pengaruh terbesar kedua setelah siswa bersangkutan. Menurut Hamsir, dalam mengajar guru bukan hanya menyampaikan materi, tapi dituntut pula mesti berpikir kreatif, agar materi yang diajarkan mudah dicerna siswa didik.

Guru kreatif selalu ada cara cerdas untuk menyampaikan ilmu. Misal, untuk membedakan kata umum dan kata khusus pada pelajaran Bahasa Indonesia, guru dapat  mengunakan media gambar.

Dikatakan juga, guru harus bisa membangun suasana belajar agar tidak membosankan, yakni dengan konsep belajar menyenangkan dan bermakna.

"Kalau sudah senang anak tidak merasa sedang belajar, tahu-tahu waktu sudah habis. Tetapi ingat bukan belajar yang banyak main saja, tapi tujuannya harus sampai," kata Hamsir pula.

Sedangkan, Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang merupakan penelitian yang dilakukan oleh guru, bukan sekedar persyaratan untuk kenaikan pangkat saja. PTK dapat meningkatkan wawasan dan kreatifitas guru.

"Dengan PTK guru bisa memahami permasalahan siswa. PTK juga untuk mempermudah guru itu sendiri dalam mengajar," ujar Hamsir, seraya menambahkan, guru juga dituntut harus terus belajar, membaca dan mengembangkan wawasan.

Rektor Universitas Sriwijaya, Profesor Anis Saggaff, mengatakan  seharusnya guru itu mendidik bukan sekedar mengajar. Mendidik tidak hanya memberikan ilmu, melainkan juga memberikan sentuhan seperti ayah dan ibu di rumah. Sedangkan mengajar sendiri adalah memberikan ilmu.

"Idealnya guru melakukan keduanya, yakni mendidik dan mengajar. Namun kebanyakan dari guru masih sebatas mengajar," ujar Anis. (*)