Palembang - Inpeksi mendadak (sidak) gabungan yang langsung dikomandoi Fitri (sapaan akrba)nya ini, Selasa (23/1/2017), mendapati adanya beberapa produk makanan seperti mie instan yang diproduksi dari negara Korea dan Cina yang ternyata tidak memiliki label halal yang dipajang bersebelahan dengan makanan sejenis dan merupakan produk lokal yamg sudah bersertifikat halal dari MUI.


Kepada pengelola ritel Diamond, Fitrianti mewanti-wanti agar menyediakan space khusus, tersendiri untuk produk makanan dari luar yang belum berlabel halal.


“ Finda  juga mengingatkan pegawai outlet harus mencantumkan keterangan tentang produk tersebut. Mayoritas masyarakat Palembang kan muslim. Jadi kita imbau pengelola untuk siapkan space khusus untuk produk yang diragukan kehalalannya,” katanya.


“Perusahaan makanan tersebut harus mendaftarkan produk mereka ke MUI untuk mendapatkan label halal produk mereka,” ujar Saim.


Hal yang sama juga berlaku bagi produk lokal. Untuk bisa dijual di pasaran, produk lokal harus berlabel halal dari MUI.


Sementara itu Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palembang Saim Marhaddam juga mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dengan maraknya produk makanan dari luar yang masuk ke Kota Palembang. Apalagi produk makanan tersebut belum memiliki sertifikat halal dari MUI sehingga diragukan kehalalannya.
Saim meminta pemerintah membuat aturan jelas soal produk-produk yang masuk ke Kota Palembang.


“ jadi untuk selanjutnya harus dibedakan antara produk yang memliki lebel halal dengan yang tidak halal agar masyarakat tidak bingung, “ Kata saim (*)